|
METODE PEMBELAJARAN
|
KELEBIHAN
|
KEKURANGAN
|
|
1. CERAMAH
|
1) Guru
mudah menguasai kelas
2) Mudah
dilaksanakan
3) Dapat
diikuti anak didik dalam jumlah besar
4) Guru
mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
|
1) Kegiatan
pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
2) Anak
didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik
yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya
3) Bila
terlalu lama membosankan
4) Sukar
mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik
5) Menyebabkan
anak didik pasif
|
|
2. DISKUSI
|
1) Menyadarkan
anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan
satu jalan (satu jawaban saja)
2) Menyadarkan
anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara
konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik
3) Membiasakan
anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan
pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran
|
1) Tidak
dapat dipakai pada kelompok yang besar
2) Peserta
diskusi mendapat informasi yang terbatas
3) Dapat
dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
4) Biasanya
orang menghendaki pendekatan yang lebih formal
|
|
3. PENUGASAN
|
1) Pengetahuan
yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih
lama; dan
2) Anak
didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif,
bertanggung jawab, dan berdiri sendiri
|
1) Seringkali
anak didik melakukan penipuan di mana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan
orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri
2) Terkadang
tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan; dan
3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual
3)
|
|
4. EKSPERIMEN
|
1) Metode
ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan
berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku
2) Anak
didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi
(menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari
seorang ilmuwan
3) Dengan
metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru
dengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkan dapat bermanfaat
bagi kesejahteraan hidup manusia
|
1) Tidak
cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan
mengadakan eksperimen
2) Jika
eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk
melanjutkan pelajaran
3) Metode
ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi
|
|
5. PROYEK
|
1) Dapat
merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan
menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam
kehidupan
2) Melalui
metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan,
sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna
dalam kehidupan sehari-hari
|
1) Kurikulum
yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal,
belum menunjang pelaksanaan metode ini
2) Organisasi
bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan
keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini
3) Harus
dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup
fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan
4) Bahan
pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang
dibahas
|
|
6. RESITASI
(RECITATION METHOD)
|
1) Pengetahuan
yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih
lama
2) Anak
didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif,
bertanggung jawab dan berdiri sendiri
|
1) Terkadang
anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan
temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri
2) Terkadang
tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan
3) Sukar
memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual
|
|
7. PERCOBAAN
|
1) Metode
ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan
berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku
2) Anak
didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi
(menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi
3) Dengan
metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru
dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi
kesejahteraan hidup manusia
|
1) Tidak
cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan
mengadakan ekperimen
2) Jika
eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk
melanjutkan pelajaran
3) Metode ini
lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi
|
|
8. DEMONSTRASI
|
1) Membantu
anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda
2) Memudahkan
berbagai jenis penjelasan
3) Kesalahan-kesalahan
yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh
konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya
|
1) Anak
didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan
2) Tidak
semua benda dapat didemonstrasikan
3) Sukar
dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang
didemonstrasikan
|
|
9. KARYAWISATA
|
1) Karyawisata
menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam
pengajaran
2) Membuat
bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan
kebutuhan yang ada di masyarakat
3) Pengajaran
dapat lebih merangsang kreativitas anak
|
1) Memerlukan
persiapan yang melibatkan banyak pihak
2) Memerlukan
perencanaan dengan persiapan yang matang
3) Dalam
karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama,
sedangkan unsur studinya terabaikan
4) Memerlukan
pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di
lapangan
5) Biayanya
cukup mahal
6) Memerlukan
tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan
anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh
|
|
10. LATIHAN
KETERAMPILAN
|
1) Dapat
untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf,
membuat dan menggunakan alat-alat
2) Dapat
untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan,
pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya
3) Dapat
membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
|
1) Menghambat
bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada
penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian
2) Menimbulkan
penyesuaian secara statis kepada lingkungan
3) Kadang-kadang
latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton
dan mudah membosankan
4) Dapat
menimbulkan verbalisme
|
|
11. EXAMPLES NON
EXAMPLES
|
1) Siswa
lebih kritis dalam menganalisa gambar
2) Siswa
mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar
3) Siswa
diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
|
1) Tidak
semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2) Memakan
waktu yang lama
|
|
12. TANYA JAWAB
|
1) Kelas
lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja
2) Memberikan
kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang
belum dimengerti oleh siswa
3) Guru
dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu
yang diterangkan
|
1) Dengan
tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila
dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih
ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak
terkendalikan sehingga membuat persoalan baru
2) Membutuhkan
waktu lebih banyak
|
|
13. COOPERATIVE SCRIPT
|
1) Melatih
pendengaran, ketelitian / kecermatan
2) Setiap
siswa mendapat peran
3) Melatih
mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan
4) Siswa
dapat melatih keberanian diri untuk tampil di depan orang banyak
|
1) Hanya
digunakan untuk mata pelajaran tertentu
2) Hanya
dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya
sebatas pada dua orang tersebut
|
|
14. PICTURE AND PICTURE
|
1) Guru
lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa
2) Melatih
berpikir logis dan sistematis
|
1) Memakan
banyak waktu
2) Banyak
siswa yang pasif
|
|
15. NUMBERED HEADS
TOGETHER
|
1) Setiap
siswa menjadi siap semua
2) Dapat
melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh
3) Siswa
yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai
|
1) Kemungkinan
nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru
2) Tidak
semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
|
|
16. STUDENT TEAMS
|
1) Seluruh
siswa menjadi lebih siap
2) Melatih
kerjasama dengan baik
|
1) Anggota
kelompok semua mengalami kesulitan
2) Membedakan
siswa
|
|
17. EXAMPLES NON
EXAMPLES
|
1) Siswa
lebih kritis dalam menganalisa gambar
2) Siswa
mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar
3) Siswa
diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
|
1) Tidak
semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar
2) Memakan
waktu yang lama
|
|
18. PEMECAHAN MASALAH
(PROBLEM SOLVING)
|
1) Melatih
siswa untuk mendesain suatu penemuan
2) Berpikir
dan bertindak kreatif
3) Memecahkan
masalah yang dihadapi secara realistis
4) Mengidentifikasi
dan melakukan penyelidikan
5) Menafsirkan
dan mengevaluasi hasil pengamatan
6) Merangsang
perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi dengan tepat
7) Dapat
membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia
kerja
|
1) Beberapa
pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya
alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta
akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut
2) Memerlukan
alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang
lain
|
|
19. GAMES TEAM TURNAMEN
(GTT)
|
1) Pembelajaran
kooperatif yang mudah diterapkan
2) Melibatkan
aktivitas seluruh Peserta didik tanpa perbedaan status
3) Melibatkan
peran siswa sebagai tutor sebaya
4) Mengandung
unsur permainan dan reinforcement
5) Aktivitas
belajar belajar lebih rileks
6) Menumbuhkan
tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar
|
1) Perlu
waktu belajar yang cukup banyak untuk menerapkan metode ini
2) Guru
harus mampu mengenadalikan murid ketika permainan
3) Kemungkinan
kelompok yang kalah akan merasa minder
|
|
20. ROLE PLAYING
|
1) Siswa
bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh
2) Permainan
merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu
yang berbeda
3) Guru
dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu
melakukan permainan
4) Permainan
merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak
|
1) Terkadang
siswa lebih fokus pada permainan dari pada materi dalam permainan
2) Waktu
yang dibutuhkan cukup lama
|
|
21. SAVI (SOMATIC,
AUDITORY, VISULIAZATIO, INTELECTUAL)
|
1) Siswa lebih
berusaha mengoptimalisasikan indera dalam pembelajaran
2) Hasil
yang dicapai akan relatif lebih maksimal
|
1) Tidak
semua siswa dapat menggunakan inderanya dalam pembelajaran
2) Tidak
berlaku untuk siswa yang cacat inderanya
|
|
22. TTW (THINK
TALK WRITE)
|
1) Siswa
menjadi lebih kritis
2) Semua
siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran.
3) Siswa
lebih paham terhadap materi yang dipelajari
|
1) Siswa
akan cukup merasa terbebani dengan tugas yang banyak
2) Waktu
untuk saru materi cukup banyak
|
|
23. SQ3R (SURVEY,
QUESTION, READ, RECITE, REVIEW)
|
1) Siswa
lebih sering membaca refrensi materi
2) Siswa
lebih kritis.
3) Siswa
lebihn memahami materi
|
1) Tidak
semua materi mudah didapatkan refrensinya
2) Tidak
semua siswa mempunyai mata yang sehat untuk membaca terlalu banyak
|
|
24. DISCOVERY
|
1) Peserta
didik terbantu mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan
ketrampilan dan proses kognitif siswa, Kekuatan dari proses penemuan datang
dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu
2) Pengetahuan
yang diperoleh pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari
pengertian retensi dan transfer.
3) Strategi
penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih
payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan.
4) Memberi
kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya
sendiri
5) Peserta
didik termotivasi untuk belajar sendiri dan terdorong untuk menemukan hal
yang baru
6) Peserta
didik bertambahn kepercayaannya pada diri sendiri melalui proses-proses
penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang
mengecewakan.
7) Strategi
ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru
berpartisipasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum
diketahui sebelumnya
8) Membantu
perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran
akhir dan mutlak
|
1)
|
|
25. DEBAT
|
1) Peserta
didik menajadi lebih kritis
2) Suasana
kelas menjadi lebih bersemangat
3) Peserta
didik dapat mengungkapakan pendapatnya dalam forum
4) Peserta
didik mnjadi lebih besar hati, ketika pendapatnya tidak sesuai dengan peserta
yang lain
|
1) Biasanya
hanya siswa yang aktif saja yang berbicara
2) Terkadang
timbul perselisihan antar siswa setelah berdebat karena tidak terima
pendapatnya disanggah
3) Biasanya
timbul rasa ingin saling menjatuhkan
4) Memakan
waktu yang cukup lama
|
|
26. INQUIRY
|
1) Peserta
didik lebih paham konsep materi
2) Mendorong
siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur,
obyektif, dan terbuka
3) Mendorong
siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
4) Memberi
kepuasan yang bersifat intrinsik
5) Situasi
pembelajaran lebih menggairahkan
6) Dapat
mengembangkan bakat atau kecakapan individu
7) Memberi
kebebasan siswa untuk belajar sendiri
8) Menghindarkan
diri dari cara belajar tradisional.
9) Dapat
memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi
dan mengakomodasi informasi
|
1) Mebutuhkan
mental yang lebih kuat untuk menjalankan rangkaian metode ini, karena siswa
merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan
dan menganalisa data, menarik kesimpulan
2) Dapat
menimbulkan frustasi bagi siswa yang tidak siap mental
|
|
27. BELAJAR BERDASARKAN
MASALAH
|
1) Siswa
dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar
diserapnya dengan baik.
2) Dilatih
untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3) Dapat
memperoleh dari berbagai sumber
|
1) Untuk
siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai
2) Membutuhkan
banyak waktu dan dana
3) Tidak
semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
|
|
28. ROLE PLAYING
|
1) Siswa
bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh
2) Permainan
merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu
yang berbeda.
3) Guru
dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan
permainan
4) Permainan
merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak
|
1) Terkadang
siswa lebih fokus pada permainan dari pada materi dalam permainan
2) Waktu
yang dibutuhkan cukup lama
|
|
29. SEMINAR
|
1) Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang
masalah yang diseminarkan
2) Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya
3) Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah
4) Terpupuknya kerja sama antar
peserta
5) Terhubungnya
lembaga pendidikan dan masyarakat
|
1) Memerlukan waktu yang lama
2) Peserta menjadi kurang aktif
3) Membutuhkan penataan ruang
tersendiri
|
|
30. SUMBANG SARAN
|
1) Susana disiplin dan demokratis
dapat tumbuh
2) Anak-anak aktif untuk menyatakan
pendapatnya
3) Melatih
siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
4) Merangsang
siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan
oleh guru
5) Terjadi
persaingan yang sehat
6) Meningkatkan partisipasi siwa dalam
menerima pelajaran
7) Siswa yang kurang aktif menapat
bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru
|
1) Guru kurang memberi waktu kepada
siswa untuk berfikir yang baik
2) Anak yang kurang selalu ketinggalan
3) Kadang-kadang pembicaraan hanya
dimonopoli oleh anak yang pandai
4) Guru hanya menampang
pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan
|
|
31. SIMULASI
|
1) Dapat menyenangkan siswa
2) Menggalak guru untuk mengembangkan
kreatifitas siswa
3) Eksperimen berlangsung tanpa
memerlukan lingkungan yang sebenarnya
4) Mengurangi hal-hal yang verbalistik
5) Menumbuhkan cara berfikir yang
kritis
|
1) Efektifitas dalam memajukan
belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
2) Terlalu mahal biayanya
3) Banyak orang meragukan hasilnnya
karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
4) Menghendaki pengelompokan yang
fleksibel
5) Menghendaki banyak imajinasi dari
guru dan siswa
|
|
32. MICROTEACHING
|
1) Microteaching merupakan pengalaman
laboratoris
2) Microteaching dapat membantu dan
menunjang pelaksanaan praktek keguruan
3) Microteaching dapat mengurangi
kesulitan pengajaran di kelas
4) Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan
evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif
5) Dengan
adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte dapat
diberikan langsung secara mendalam
6) Diharapkan
mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat, luas, dan mendalam
|
1) Dapat departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila tidak
diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh
2) Pengertian microteaching disalah
tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai
pengantar saja, bukan guru dalam arti luas
3) Microteaching yang ideal memerlukan
biaya yang banyak, peralatan mahal, dan tenaga ahli dalam bidang teknis
maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi
pengajaran pada khususnya
4) Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat,
mendetail, logis, dan sistematis
|
Senin, 16 Januari 2017
Macam-Macam Metode Pembelajaran :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar