Minggu, 22 Januari 2017

Contoh Proposal/Rencana Program Kerja KKMT POSDAYA di SMA Negeri 1 Jember


BAB 1
PENGENALAN LAPANGAN


1.1. Gambaran Umum
1.1.1 Gambaran Umum Fisik Sekolah dan Lingkungannya
SMA Negeri 1 Jember berdiri tahun 1952. Gedung tua ini menjadi saksi sejarah berdrinya sebuah lembaga pendidikan SMA Negeri pertama di Kabupaten Jember, yang didirikan dengan semangat gotong royong oleh masyarakat Jember. Dalam perjalanannya yang sudah lebih dari setengah abad, SMA Negeri 1 Jember selalu berada di hati masyarakat Jember karena mutu pendidikan yang baik dan prestasi yang membangggakan.
SMA Negeri 1 Jember berlokasi Jl. Letjen Panjaitan No. 55, Kecamatan Sumbersari, Kab. Jember, Jawa Timur. Kode pos : 68121, dengan segudang prestasi yang diraih pada saat ini telah mampu mensejajarkan diri dengan SMA terbaik di negeri ini dan dikembangkan oleh pemerintah menjadi Sekolah bertaraf Internasional (SBI), SMA Negeri 1 adalah salah satunya.
SBI merupakan tonggak sejarah bagi perjalanan SMA Negeri 1 Jember. Perjalanan yang begitu panjang dan tantangan yang yang begitu berat untuk mencapai pagu standar sekolah bertaraf internasional. Untuk mencapai standar SBI, secara bertahap, mulai tahun  2006  semua komponen sekolah (PBM/Kurikulum, Guru, Kepala Sekolah, Tenaga Pendukung/ Karyawan, Manajemen, Sarana Prasarana) terus ditingkatkan mutunya.
Adapun visi dan misi dari SMA Negeri 1 Jember yakni:
Visi Sekolah
“Menjadi sekolah efektif dalam mencetak insan cerdas,bermartabat, mandiri,berkepribadian, danberprestasi di tingkat Nasional dan Internasional.”
Indikator Visi:
1.      Beriman dan Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
2.      Jujur, mandiri, bertanggung jawab dan santun. 
3.      Cinta Tanah Air Indonesia 
4.      Mandiri, berkepribadian, dan berprestasi Nasional dan Internasional
Misi Sekolah
1.      Menerapkan Kurikulum 2013 yang bermuatan Nasional, Lokal dan Internasional dengan berwawasan lingkungan, budaya dan IPTEK 
2.      Mewujudkan lulusan yang berakhlak mulia, berkepribadian dan mandiri dalam pecaturan tingkat nasional dan internasional 
3.      Mengembangkan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan multiple intelegensi, daya kreasi dan inovasi peserta didik melalui pendekatan saintifik dan budaya kreatif. 
4.      Menerapkan sistem penilaian yang hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. 
5.      Mengembangkan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. 
6.      Mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif, efisien, dan akuntabel 
7.      Mewujudkan fasilitas sekolah yang berdaya dukung tinggi terhadap pencapaian mutu sekolah. 
8.      Mewujudkan pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan mutu pendidikan, secara berkeadilan. 
9.      Mewujudkan peserta didik yang berkarakter, kreatif dan berprestasi tinggi melalui pembinaan kesiswaan dan kegiatan pengembangan diri. 
10.  Mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman bagi semua warga sekolah
Tujuan Umum Sekolah
Meningkatkan keunggulan potensi dan prestasi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Fasilitas di SMA Negeri 1 Jember:
1) Perpustakaan
Perpustakaan adalah salah satu sumber belajar yang sangat penting. SMA Negeri 1 Jember memiliki perpustakaan yang dilengkapi buku-buku dalam bentuk cetak maupun digital. Koleksi buku di Perpustakaan SMA Negeri 1 Jember mencapai 26.947, yang terdiri dari Buku Teks, Referensi, Fiksi, maupun Buku Pelajaran Kurikulum 2013.
Di ruang Perpustakaan juga disediakan komputer terkoneksi dengan jaringan internet yang dapat diguakan oleh siswa untuk mengakses katalog buku perpustakaan maupun fasilitas lain yang disediakan oleh internet. Selain itu perpustakaan juga menyediakan ruang Audio Visual yang dapat digunakan untuk kegiatan siswa yang menggunakan fasilitas multimedia, seperti pembelajaran, rapat atau yang lainnya
Pelayanan Perpustakaan SMA Negeri 1 Jember dibuka pada setiap hari kerja Senin- Kamis pk 07.00 sd 16.00, hari Jumat pk 07.00 sd 16.00 (istirahat pk 11.00 sd 13.00) dan hari Sabtu pk 07.00 sd 15.00
Perpustakaan juga dilengkapi dengan sistem E-Library yang dapat siswa akses melalui komputer di perpus maupun dari luar sekolah melalui jaringan Internet. Melalui sistem ini siswa dapat melihat status peminjaman buku, tanggungan pengembalian buku ataupun mengunduh file-file buku digital yang disediakan. E-Library SMAN 1 Jember dapat diakses di alamat  http://web.sman1jember.sch.id/elibrary.htmlatauhttp://perpus.sman1jember.sch.id/melalui jaringan Internet.
Untuk mengakses info peminjaman pada E-Library, anggota perpustakaan harus memasukkan ID anggota dan Password yang dapat diminta pada petugas perpustakaan.
2) Laboratorium
Fasilitas laboratorium di SMA Negeri 1 Jember meliputi:
a) Laboratorium Komputer
Salah satu ciri khas pembelajaran di SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) adalah pembelajaran berbasis ICT(Information and Communication Technology). SMA Negeri 1 Jember saat ini telah menggunakan ICT dalam pembelajaran di kelas maupun di laboratorium.
Untuk Lab Komputer SMA Negeri 1 Jember yang dikhususkan untuk pembelajaran bidang study TIK telah memiliki 45 komputer dengan spesifikasi setara Pentium IV dengan monitor LCD yang kesemuanya telah tersambung ke internet dan dilengkapi peralatan multimedia seperti Viewer, sound system dan sebagainya. Selain untuk pembelajaran bidang study TIK,  lab komputer digunaan untuk pelatihan bagi guru dan karyawan.
b) Laboratorium Bahasa
Dalam menghadapi era global saat ini maka penguasaan siswa dalam berbahasa Inggris dituntut harus tinggi. Untuk menunjang hal tersebut SMA Negeri 1 Jember melengkapi dengan Laboratorium bahasa yang cukup modern. Disamping pembelajaran bahasa Inggris sesuai kurikulum Nasional, siswa diberikan tambahan pelatihan khusus TOEFL semenjak tingkat X (Sepuluh). Kemampuan bahasa Inggris yang baik sangat menunjang  pembelajaran MIPA yang telah distandarkan Internasional.
c) Laboratorium IPA
Kegiatan praktikum di SMA Negeri 1 Jember ditunjang dengan adanya Laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan praktikum yang cukup lengkap dan juga fasilitas multimedia (seperangkat komputer lengkap dengan Viewer dan Speaker Active) untuk lebih menunjang praktikum di Laboratorium, kegiatan praktikum di Laboratorium IPA dilakukan dengan menerapkan Moving Class pada waktu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Fisika, Kimia dan Biologi.
3) ICT
Dalam hal ini terdiri dari:
a) Akses Wifi
SMA Negeri 1 Jember sejak tahun pelajaran 2007-2008 semester kedua, telah menyediakan akes internet via hotspot secara gratis, dan untuk menambah arel jangkauan maka pada tahun ini telah ditambahkan 2 titik Hot Spot (yang awalnya satu titik), sehingga area jangkauan hotspot dapat meliputi seluruh lingkungan dalam di SMA Negeri 1 Jember. Dengan adanya fasilitas ini siswa, guru, dan karyawan yang mempunyai laptop maupun gadget dengan fitur WIFI bisa menggunakan fasilitas ini untuk mencari informasi di Internet.
Fasilitas internet via hotspot ini bisa dinikmati setiap harinya dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Semenjak diberlakukannya fasilitas hotspot ini, sudah banyak siswa serta warga sekolah yang menggunakan fasilitas ini, biasanya mereka menggunakan fasilitas hotspot saat jam bebas, jam istirahat, maupun saat pulang sekolah, bahkan ada beberapa siswa yang sengaja datang pada saat libur untuk menikmati internet gratis via hotspot sekolah.
Bagi siswa, guru, karyawan maupun tamu SMA Negeri 1 Jember yang ingin menggunakan fasilitas internet via hotspot sekolah ini dapat menghubungi pihak ICT untuk melakukan setting/ pengaturan pada laptop serta gadget yang akan digunakan berinternet ria melalui hotspot.
b) Ruang Data
SMA Negeri 1 Jember memiliki ruang pengendali sistem ICT dan pengolahan data sekolah, yaitu Ruang Data. Ruang Data merupakan pusat informasi dan pusat pengolahan data di SMA Negeri 1 Jember. Ruang Data memiliki Server dengan processor Intel Xeon 3000, sebagai pusat dari semua data yang diolah. Pada saat ini SMA Negeri 1 Jember sedang membangun sistem database dan mengembangkan software aplikasi untuk pengoperasian sistem ICT Base Learning dan ICT Base Scholl Management.
4) Gedung
               Secara fisik di sekolah tersebut terdapat beberapa gedung yang dapat mendukung terlaksananya kegiatan belajar mengajar. Dafar gedungtersebut terdapat pada tabel 1.1.1 berikut 
No.
Kode Gedung
Jumlah Lantai
Fasilitas Gedung
1.
Gedung - A
2 Lantai
Ruang Kepala Sekolah



Ruang Guru



Ruang Tata Usaha



Ruang Rapat



Aula Madya



Ruang Osis



Ruang BK
2.
Gedung - B
2 Lantai
Aula Utama



Area Parkir



Toilet
3.
Gedung - C
2 Lantai
Musholah



Toilet & Tempat Wudhu Pria & Wanita
4.
Gedung - D
2 Lantai
Perpustakaan



RKB
5.
Gedung - E
2 Lantai
Lab Fisika



RKB



Ruang Seni



Dapur, Gedung
6.
Gedung - F
2 Lantai
Lab. Kimia



RKB
7.
Gedung - G
2 Lantai
Lab Teknik Informatika



Lab Bahasa



TRRC



RKB
8.
Gedung - H
3 Lantai
Hall



RKB
9.
Gedung - I
2 Lantai
Lab IPS



RKB



UKS



Kantin – Toko Koperasi
Berikut merupakan denah bangunan SMAN 1 Jember:
Selain terdapat berbagai bangunan, SMA Negeri 1 Jember juga memiliki sarana dan prasarana beserta fasilitas yang ada di dalamnya. Pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di SMA Negeri 1 Jember ini dibagi menjadi beberapa bagian, akan tetapi masing-masing bagian tersebut berada di bawah komando IbuAni Sulistyowati, S.Pd,selaku wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Jember. Adapun masing-masing
Bagian sarana dan prasarana beserta fasilitas adalah sebagai berikut.
a.    Sarana Pendidikan
1.    Posisi Lokasi :
1)   Letak : dalam Kota
2)   Transportasi Umum : Lancar
3)   Jarak lokasi dari UNEJ : 1,5 Km ke arah utara
2.    Kondisi Lokasi :
1)   Jalan menuju lokasi : Jalan Aspal
2)   Lingkungan Lokasi : Perumahan dan Pendidikan
3)   Sumber Polusi : Kendaraan di jalan raya
3.    Infrastruktur
1)   Kondisi jalan dan tempat parkir : Baik
2)   Pembuangan limbah : Baik, saluran terbuka
3)   Keliling pagar halaman : tembok
b.    Prasarana Pendidikan
1.    Ruang kepala sekolah
2.    Ruang tata usaha
3.    Ruang guru
4.    Ruang kelas teori : 28 kelas
5.    Ruang osis
6.    UKS
7.    Gudang
8.    Ruang fotokopi
c.    Fasilitas
1.    LaboratoriumBahasa, Lab. Komputer, Lab. Fisika, Lab. Kimia, Lab. Biologi, Lab. Keterampilan
2.    Koperasi sekolah
3.    Tiga bangunan aula, yaitu: Aula Pratama, aula madya, aula RA. Djarkasi
4.    Perpustakaan
5.    Bangunan masjid
6.    Lapangan olahraga
SMA Negeri 1 Jember mempunyai 2 jurusan yaitu Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam (MIPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selain dua jurusan tersebut terdapat kelas akselerasi pada kelas X dan kelas XI.
Selain kegiatan akademik, di SMA Negeri 1 Jember juga terdapat kegiatan non akademik yaitu kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan oleh peserta didik di sekolah, umumnya kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurukuler ini ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri. Berikut beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang di adakan di SMA Negeri 1 Jember:
1.    Pramuka
Kegiatan yang ada di pramuka terdiri atas kegiatan seperti pioneering, semaphore, sandimorse dan sandi lainnya, survival, senam pramuka, PBB dan lainnya. Pramuka dilakukan setiap hari Jumat, dibina oleh Bapak Luluk M.candra, S.Pd dan ibu Wiwik Astutiningsih, S.Pd.
2.    Pecinta Al-Qur’an
Segala Ilmupengetahuan tentang Islam dibahas pada forum ini, khususnya pembahasan mengenai makna kandungan al-qur’an.Kegiatan ekstrakurikuler ini dibimbing oleh bapak Samsul Anam, S.Ag.
3.    PMR
Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Jember dilatih oleh Ibu Nur Fitriyah, S.Si. Latihan dilakukan setiap hari selasa dan hari kamis pada pukul 13.30 di sanggar. Kegiatan tahunan yang dilakukan PMR SMA Negeri 1 Jember adalah donor darah massal, bhakti sanggar, bhakti sosial di taman makam pahlawan, dan kegiatan lainnya.
4.    Pencak silat
Cabang olahraga ini dibina oleh guru olahraga SMAN 1 Jember, bapak Drs. Adi Budiyanto.Semua tahu bahwa Pencak silat merupakan seni beladiri Asia yang berakar dari budaya Melayu.  Beladiri ini sangat mengakar dalam budaya Indonesia. Untuk membudayakan seni ini maka SMAN 1 Jember tidak ketinggalan untuk memasukkan seni beladiri Pencak Silat ke dalam daftar Ekstrakurikulernya. Bahkan Pencak Silat dijadikan sebagai salah satu Ekstrakurikuler Wajib di SMAN 1 Jember.
Pencak Silat yang diajarkan di SMAN 1 Jember adalah pencak silat dari Perguruan Merpati Putih. Perguruan ini berasal dari Yogyakarta, dan selain mengajarkan teknik-teknik beladiri juga mengajarkan teknik-teknik pernapasan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.Sejak mulai hadirnya di SMA Negeri 1 Jember, PPS Betako Merpati Putih telah berhasil mencetak pesilat-pesilat tangguh yang dibuktikan dengan banyaknya atlet-atlet silat Merpati Putih SMA Negeri 1 Jember yang telah menjuarai beberapa kelas di event-event pertandingan pencak silat.
5.    Karate
Kegiatan ekstrakuriler karate dibina oleh Dra. Humaningtyas Keni S. Karate merupakan salah satu seni bela diri yang cukup digemari oleh siswa maupun siswi di SMA Negeri 1 Jember. Siswa diajarkan bela diri, seperti : memukul, menendang, menahan, kuda-kuda, rolling dan lain-lain. Siswa diajarkan bela diri, seperti : memukul, menendang, menahan, kuda-kuda, rolling dan lain-lain.
Dalam perjalanannya, ekstrakurikuler Karate di SMA Negeri 1 Jember telah menyumbangkan banyak prestasi oleh para karatekanya antara lain :
a.       Juara 1 Kejuaraan Diknas Putra 55 kumite tahun 2004
b.      Juara 2 Kejuaraan Diknas Putra 50 kumite tahun 2004
c.       Juara 1 Kejuaraan Diknas Putra 65 kumite tahun 2004
d.      Juara 1 Kejuaraan Malang Open 55 kumite Putra tahun 2005
e.       Juara 3 Kejuaraan Malang Open 50 kumite Putra tahun 2005
f.       Juara 2 Kejuaraan Malang Open 60 Kumite Putri tahun 2005
6.    Basket
Kegiatan basket bertempat di lapangan basket, dibina oleh Drs. Adi Budiyanto.Basket  merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan di SMA Negeri 1 Jember. Siswa diajarkan caralay up, pasing, shoot, pivot dan gerakan lainnya.
 Disini Ekskul Basket dikenal dengan SKETSA (Basket SMASA). Tidak seperti ekskul yang lain, SKETSA tidak memiliki sekretariat, tapi SKETSA mempunyai lapangan yang bersejarah, yang membuat SKETSA memiliki berbagai macam prestasi seperti :
a.       Juara 1 Bupati Cup
b.      Juara 1 Mandala Cup dan Unmuh Cup
c.       Juara RHBL
d.      Juara 1 SMADA Cup
e.       Juara 2 Sketsa Cup dan Kejayan
f.       dan lain - lain
7.    Paduan Suara
Paduan Suara atau yang biasa disingkat dengan PADSARA merupakan salah satu ekstrakurikuler seni di SMAN 1 Jember, dibina oleh Dra. Anita Herastuti. Kegiatan rutin dari PADSARA adalah latihan setiap hari Sabtu saat pulang sekolah. Latihan rutin ini biasanya dilaksanakan untuk persiapan upacara bendera hari senin. Apabila ada acara yang akan diikuti, maka diadakan latihan tambahan.
Beberapa even yang pernah diikuti oleh PADSARA antara lain :
  1. Mengisi acara Choir Concert di Gedung Soetardjo tahun 2005
  2. Menyanyi pada acara Wisuda STIPER tahun 2005 dan 2006
  3. Menyanyi di acara AMPI
  4. Menyanyi di acara Ultah GAPENSI
e.       Teater
Ekskul teater ini lahir pada tanggal 19 November 1994, yang kemudian diberi nama Teater Q-sa. Di usia yang menginjak 14 tahun ini sudah banyak prestasi yang dilahirkan dari teater ini. Pembina teater ini adalah Dra. Ngatini. Dalam teater ini tidak ada yang namanya senior/ junior, karena Q-sa menerapkan rasa persaudaraan di tiap angkatan. Sehingga antar anggota sudah seperti keluarga
Prestasi yang pernah diraih :
  1. Juara penyutradaraan terbaik se-Jatim
  2. Juara 2 lomba monoplay se-Jatim
  3. Juara 2 baca puisi Pas se-eks karesidenan Besuki
  4. dan lain-lain
8.    Taekwondo
Ekstrakurikuler ini sudah lama berdiri di SMASA dan sampai saat ini masih bertahan. Walaupun sekarang sudah mulai bermunculan berbagai bela diri lain, tapi Taekwondo SMASA masih tetap bertahan, dibina oleh bapak Luluk M. Candra, S.Pd, selaku guru olahraga SMAN 1 Jember.
Ekstrakurikuler ini penuh dengan suka dan keceriaan.Ekskul ini pernah menyumbangkan medali emas bagi SMA Negeri 1 Jember.

1.1.2 Gambaran Umum Data Siswa dan Guru

 A. Data Guru

SMA Negeri 1 Jember merupakan salah satu sekolah menengah yang mempunyai guru-guru yang dapat memfasilitasi siswanya untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik. Banyaknya guru yang ada di SMA Negeri 1 Jember yaitu 52 guru dengan 37 guru PNS dan 15 guru NonPNS. Berikut daftar nama guru yang ada di SMA Negeri 1 Jember:
Kode
Nama
Mata Pelajaran
1
Drs. H. Aunur Rofiq, M.Pd.
Matematika
2
Dra. Ni Ketut Darmini
Bahasa Inggris
3
Drs. Hamim
Fisika
4
Lilik Zuroida, S.Pd
Matematika
5
Dra. Sri Sunarwati
Sosiologi
6
Dra. Nuniek Wahyuni Hastuti
Matematika
7
Dra. Eka Erwien H.
BK
8
Hj. Endang Sumarni, S.Pd
Matematika
9
Dra. Sri Hartini
Sosiologi
10
Dra. Ani Sulistyowati
Bahasa Indonesia
11
Dra.. Shinta Wirdhaningsih
Matematika
12
Dra. Tri Mulyani, M.Si.
Matematika
13
Drs. Adi Budiyanto
Senbud
14
Dra. Rena Sad Ardanari
Geografi
15
Drs. Sugeng Supriyadi
PPKn
16
Drs. I Ketut Suardinata, MP.
Biologi
17
Drs. Arif Purwanto
Matematika
18
Drs. H.M. Anshori
Bhs. Inggris
19
Rini Amalia, S.Pd.
Ekonomi
20
Dra. Humaningtyas Keni S.
Fisika
21
Suharto, S.Pd.
Bhs. Inggris
22
Suryadi, S.Pd, M.Pd.
Fisika
23
Drs. Tino Buari
BK
24
Sapti Priharjanti, S.Pd.
Sejarah
25
Dra. Anita Herastuti
Bhs. Indonesia
26
Dora Indriana, S.Pd, M.Pd.
Biologi
27
Luluk M. Chandra TS, S.Pd.
Penjaskes
28
Drs. Suhariyadi
Penjaskes
29
Lilik Hidayah, S.Pd, MP.
Biologi
30
Aniek Susi Rahayu, S.Pd.
Matematika
31
Drs. Noer Faqih
PAI
32
Tutik Istiqomah, S.Pd.
PPKn
33
Inneke Farastuti, S.Pd, M.Pd.
Bhs. Inggris
34
Wiwik Astutiningsih, S.Pd.
Bhs. Indonesia
35
Lilik Kristiani, S.Pd.
Fisika
36
Dra. Nurul Hidayati
PAI
37
Ani Sulistiyawati Ramli, S.Pd.
Biologi
38
Dwi Yuliastutik, M.Pd.
Kimia
39
Dra. Ngatini
Bhs. Indonesia-Bhs. Jawa
40
Agustina Arisanti, S.Si, M.Si.
Kimia
41
Rivone Septa Wijayanti, S.Pd, M.Si.
Kimia
42
Sigit Prasetyo, S.E.
PKWU
43
Samsul Anam, S.Ag.
PAI
44
Tia Wahyu Lestari, S.Psi.
BK
45
Margaretha Atik Suryani, S.Sn.
Senbud
46
Nur Fitriyah, S.Si.
PKWU-Kimia
47
Fajar Widyasari, S.Pd.
Bhs. Inggris
48
Sugeng Isnanto, S.Pd.
Sejarah
49
Alfianita Imansari, S.Pd.
Sejarah
50
Rohim Tusdiyah Indah, S.Pd.
Bhs. Indonesia
51
Heri Tri Sutanto, S.Pd.
Bhs. Inggris
52
Geri Barnas Saputra, S.St, M.Ap.
PKWU

B. Data Siswa

Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertianmurid berarti orang (anak yang sedang berguru, belajar, bersekolah). Sedangkan menurut Prof. Dr. Shafique Ali Khan, pengertian siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan. Seorang pelajar adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan berapa pun usianya, dari mana pun, siapa pun, dalam bentuk apa pun, dengan biaya apa pun untuk meningkatkan intelek dan moralnya dalam rangka mengembangkan dan membersihkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan.
SMA Negeri 1 Jember melakukan penjaringan siswa melalui jalur prestasi akademik dan non akademik dan tes tulis. Bagi calon siswa yang masuk melalui jalur prestasi, siswa harus menyertakan piagam atau sertifikat juara dalam ranah akademik dan atau non akademik. Sedangkan tes tulis dilakukanuntuk mengetahui tingkat intelektualitas siswa. Jumlah siswa di SMA Negeri 1 Jember pada tahun ajaran 2016-2017 yaitu 965  siswa. Dengan rincian: 324 siswa kelas X, 331 siswa kelas XI, dan 310 kelas XII.
1.1.3 Gambaran Umum Pembelajaran di Sekolah
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat  terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan , penguasaan kemahiran dan tabiat ,  serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Proses pembelajaran di sekolah merupakan suatu kegiatan yang perlu direncanakan dengan matang. Perencanaan tersebut meliputi kegiatan belajar mengajar, pengelolaan kelas maupun hasil belajar di kelas.
Pembelajaran adalah pemberdayaan potensi peserta didik menjadi kompetensi. Kegiatan pemberdayaan ini tidak dapat berhasil tanpa ada orang yang membantu. Menurut Dimyati dan Mudjiono (Syaiful Sagala, 2011: 62) pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan nilai yang baru. Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakang akademisnya, latar belakang ekonominya, dan lain sebagainya.kesiapan guru untuk mengenal karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama penyampaian bahan belajar dan menjadi indikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.
Pembelajaran yang diberlakukan di suatu sekolah tidak terlepas dari kurikulum yang diterapkan pada saat itu. Dari adanya pemberlakuan kurikulum baru yakni kurikulum 2013 pada tahun 2016 di Indonesia, secara tidak langsung membuatnya harus merubah pola pembelajaran yang sudah ada dan menyesuaikan dengan kurikulum baru sebagai perbaikan-perbaikan dari kurikulum sebelumnya.
Pembelajaran di SMAN Negeri 1 Jember menggunakan kurikulum 2013. Secara umum pembelajaran yang terjadi sama dengan SMA lain yang memberlakukan kurikulum serupa. Kurikulum2013 dikembangkan secara eklektik untuk membentuk manusia yang intelek, kompeten, dan berbudaya. Untuk itu kurikulum 2013 disebut juga kurikulum berbasis kompetensi dan karakter. Perubahan dalam kurikulum 2013 meliputi (a) standar kompetensi lulusan, (b) standar proses, (c) standar isi, dan (d) standar penilaian. Kurikulum 2013 menghendaki proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik  (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual.
SMA Negeri 1 Jember memiliki dua program dalam pembelajaran di sekolah khusus di kelas X tersedia program 6 semester dan 4 semester sedangkan di kelas XII terdapat program reguler dan akselerasi. Dalam program 6 semester sama saja dengan sekolah menengah atas umum lainnya, dan untuk program 4 semester merupakan program yang di desain khusus untuk para peserta didik yang memenuhi kriteria atau syarat tertentu yang telah disepakati pihak sekolah. Untuk jurusan yang ada di SMA Negeri 1 Jember yaitu Jurusan MIPA dan IPS. Kelas X memiliki 7 kelas MIPA (program 6 semester) dan 1 kelas MIPA (program 4 semester), serta 1 kelas IPS (program 6 semester) dan 1 kelas IPS (program 4 semester). Kelas XI dengan 7 kelas MIPA dan 2 kelas IPS. Untuk Kelas XII memiliki 7 kelas MIPA dan 2 kelas IPS.
Pada semua program penjurusan baik MIPA dan IPS terdapat mata pelajaran sejarah, yang membedakan hanya jika pada kelas IPS mata pelajaran Sejarah, selain Sejarah Wajib juga diajarkan pula Sejarah Peminatan. Untuk jam pelajarannya sendiri tentunya terdapat perbedaan pada kelas MIPA dan IPS. Jika di kelas MIPA mata pelajaran sejarah hanya diajarkan sekali dalam seminggu (2X45 menit) dan untuk kelas IPS mata pelajaran Sejarah diajarkan (5 X 45 menit) dalam seminggu.
Dalam struktur kurikulum 2013 sejarah masuk dalam mata pelajaran kelompok A atau kelompok mata pelajaran wajib. Secara keseluruhan pada kelas X, XI, dan XII pembelajaran sejarah di sekolah SMA Negeri 1 Jember mengikuti kurikulum 2013. Prosedur yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada di kurikulum 2013. Posisi mata pelajaran sejarah pada SMA sudah berdiri sendiri (Separated).
Proses pembelajaran sejarah menekankan keterlibatan peserta didik dengan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menarik, kontekstual. Metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan materi sejarah juga beragam dan disesuaikan dengan keadaan atau potensi masing-masing kelas. Namun, dalam pembelajarannya kebanyakan pendidik menggunakan metode yang membuat peserta didik dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Jadi dapat terjadi satu rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu kelas karena perbedaan metode pembelajaran yang digunakan.
Pelaksanaan pembelajaran di SMAN 1 Jember khususnya pada mata pelajaran sejarah dilaksanakan dengan aktif, peserta didik melakukan diskusi dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Pendidik mengawasi jalannya diskusi dan mengarahkan peserta didik serta memberikan tanggapan tambahan materi yang dibutuhkan. Selebihnya peranan peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah lebih besar. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang mengharapkan peserta didik lebih aktif dan dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Untuk proses pembelajarannya, mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dirancang sebelumnya beserta evaluasi yang telah disusun pendidik untuk mengukur hasil/pencapaian peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Dan di sela-sela proses pembelajaran juga diselipi dengan nilai-nilai karakter sesuai dengan isi kurikulum 2013 tentang pengembangan karakter bangsa.
1.2 Analisis Masalah
Setiap lembaga pendidikan pasti memiliki masalah yang timbul dari warga lembaga tersebut. Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan di SMA Negeri 1 Jember selama beberapa hari kami menemukan beberapa masalah yang meliputi beberapa bidang seperti bidang pendidikan, bidang lingkungan dan ekonomi/kewirausahaan.
1.2.1 Bidang Pendidikan
            Pada dasarnya kurikulum 2013 telah dicanangkan di berbagai sekolah di Indonesia, namun belum sepenuhnya  dapat dilaksanakan sesuai dengan yan diharapkan. SMA Negeri 1 Jember termasuk dalam salah satu sekolah rujukan di Jawa Timur. Sementara di Kabupaten Jember, SMA Negeri 1 Jember merupakan satu – satunya sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013 terbaru. Hal ini didasarkan pada Permendikbud 20-23 tahun 2016. Peserta Didik yang duduk di kelas X telah dipecah dalam kelompok bidang studi penjurusan. Bidang Penjurusan IPA dan IPS telah terbagi dalam kelompok kelas MIPA dan IPS.
            Pada mata Pelajaran Sosial,  yaitu bidang Sejarah ditemukan permasalahan yang perlu dibenahi. Khususnya bagi Peserta Didik yang kurang menyenangi bidang pelajaran ini. Hal ini dikarenakan mata Pelajaran Sejarah memiliki karakteristik objek masa lampau. Peserta Didik sulit untuk memaknai pembelajaran Sejarah yang objek kajian nya tidak bisa mereka lihat langsung. Taruhlah misalnya peristiwa sejarah yang terjadi pada kurun waktu 50 tahun yang lalu atau lebih.
            Sesuai dengan kurikulum 2013, pembelajaran Sejarah seharusnya lebih menekankan pada aspek Kontekstual. Sehingga peristiwa disekitar peserta didik dapat menjadi jembatan pertama menuju proses pemaknaan ceritera Sejarah. Namun dalam pada ini, pembelajaran Sejarah pada kelas X, dan XI khususnya lebih menekankan pada Modul, Buku Paket, dan Materi Sejarah Nasional saja. Sehingga pemahaman anak didik terhadap materi disekitar dirasa kurang maksimal. Sehingga dibutuhkan penyempurnaan penyusupan materi Sejarah kontekstual di lingkungan terdekat peserta didik.           
1.2.2 Bidang Karakter Peserta Didik
            Secara umum, karakter peserta didik di SMA Negeri 1 Jember telah disiplin apabila dilihat dari segi kehadiran, tidak ada peserta didik yang bolos. Kemudian dari segi loyalitas, peserta didik mampu menempatkan diri sesuai dengan kewajiban nya. Terbukti ketika pendidik cmenjelaskan di kelas tidak ada peserta didik  yang bermain sendiri, gaduh bersama teman, dan sebagainya. Selain itu ketika jam kosong pendidik berhalangan hadir di kelas tidak ditemukan  peserta didik yang ramai sendiri dan memiliki kesibukan masing-masing. Pada segi spiritual juga tidak ditemukan peserta didik yang gaduh sendiri ketika membaca Alqur’an di pagi hari tanpa adanya pendidik.
Masalah lain justru muncul ketika pihak sekolah telah mengakui kedisiplinan peserta didik dari segi diatas, mereka justru lupa untuk bersikap lebih peduli pada warga masyarakat sekolah yang membantu, lupa untuk ajeg dalam berpakaian rapi, dan terkadang salah dalam memanfaat teknologi yang digunakan dalam media pembelajaran di kelas.
           Pertama, peserta didik cenderung bersikap acuh pada warga masyarakat sekolah non-pendidik dan staff. Taruhlah misalnya, peserta didik cenderung bersikap acuh pada petugas kebersihan sekolah, satpam. Artinya kurangnya kesadaran pada diri mereka, bahwa karakter mulia harus diberlakukan pada semua orang tanpa terkecuali. Bukan terbatas pada pendidik atau staff sekolah saja.                                Kedua, peserta didik cenderung berpakaian rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak ke ruang guru. Akan tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan peserta didik yang tidak memakai sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu, ditemukan beberapa peserta didik yang makan di kantin dengan kaki diletakkan diatas kursi atau meja makan.                                              
           Ketiga, terdapat beberapa mata pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran nya. Tak terkecuali mata pelajaran Sejarah yang memanfaatkan internet, namun ditemukan bebarapa peserta didik yang justru membuka website diluar materi yang ditentukan.
1.2.3 Bidang Kesehatan
            Banyak siswa ketika upacara mundur ke belakang karena tidak kuat, dan penyakit yang paling sering mereka miliki adaah typus, pilek, panas, dan sebagainya.
1.2.4 Bidang Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah bersih, namun gersang. Hal ini dikarenakan kurangnya tanaman di sekitar sekolah. Sehingga setiap ruangan mebutuhkan bantuan AC / Pendingin ruangan untuk membantu udara menjadi segar. Padahal, dengan program penanaman seratus pohon dapat lebih efektif dan hemat listrik karena oksigen akan lebih banyak dengan bantuan pohon yang ditanam.                                               Disamping itu kantin dan toilet terlihat kurang bersih oleh karena tidak disediakannya sabun dan tissu di wastafel yang disediakan. Lingkungan sekitar sekolah seperti Jalan Madura yang letaknya berdampingan dengan sekolah adalah lingkungan pedagang. Kecenderungan pedagang kaki lima yang berjualan disekitar sekolah tidak memiliki kesadaran lingkungan bersih. Danpaknya dirasakan oleh warga sekolah SMA Negeri 1 Jember. Setiap hari peserta didik dan orang yang melintasi bagian depan sekolah mencium aroma tidak sedap yang didapat dari sisa – sisa makanan dan minuman yang dibuang sembarangan. Hal ini menyebabkan kondisi lingkungan yang tidak sehat.
1.2.5 Bidang Potensi Wirausaha Peserta Didik
Sampai saat ini belum ada orangtua peserta didik yang menitipkan barang di koperasi siswa sebagai salah satu bentuk kegiatan berwirausaha. Kecenderungan peserta didik di SMA 1 Jember  yang cenderung pada kompetensi akademik saja. Fokus pada bidang wirausaha siswa masih kurang menjadi perhatian khusus. Potensi kreasi peserta didik sebenarnya telah nampak pada diri setiap siswa, misal kemampuan dibidang softskill mereka yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk modal wirausaha.
1.3 Alternatif Solusi
1.3.1 Alternatif  Pemecahan Masalah Belajar dan Pembelajaran
            Seperti yang telah dicanangkan pada kurikulum 2013, pembelajaran Sejarah seharusnya lebih menekankan pada aspek Kontekstual. Sehingga peristiwa disekitar peserta didik dapat menjadi jembatan pertama menuju proses pemaknaan ceritera Sejarah. Namun dalam pada ini, pem belajaran Sejarah pada kelas X, dan XI khususnya lebih menekankan pada Modul, Buku Paket, dan Materi Sejarah Nasional saja. Sehingga pemahaman anak didik terhadap materi disekitar dirasa kurang maksimal. Sehingga dibutuhkan penyempurnaan penyusupan materi Sejarah kontekstual di lingkungan terdekat peserta didik.                  Alternatif pemecahan masalah untuk menekankan aspek  kontekstual pembelajaran Sejarah yaitu dengan mengenalkan peristiwa Sejarah yang terjadi di sekitar Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki situs – situs dipelajari bersejarah berupa situs kuno, palagan, dan tugu sebagai bukti peristiwa Sejarah di Jember. Sejarah Lokal tidak dipelajari dalam buku Paket, Modul dan Sejarah Nasional. Maka hal tersebut dapat disampaikan melalui sosialisasi berupa pemutaran video situs prasejarah di Jember, Palagan dan Tugu di Jember, yang berkaitan dengan peristiwa Sejarah Nasional yang relevan dengan Kompetensi Dasar di silabus.                                                                                                                        Selain itu, untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Sejarah akan diadakan “ FGD ( Focus Group Discussion ) Historica “. FGD Historica akan dilaksanakan secara ajeg untuk membentuk kelompok belajar khusus membahas suatu peristiwa Sejarah yang dikupas bersama kelompok KKMT-Posdaya kelompok Sejarah bersama peserta didik SMA 1 Jember.
Solusi lain untuk mengatasi permasalahan pendidikan juga akan dilakukan dengan pembenahan  program “Literasi” sekolah. Mahasiswa Kelompok Prodi Pendidikan Sejarah akan membantu program “Literasi” sekolah untuk membuat program Bedah Buku. Goal dari kegiatan ini, akan diadakan lomba resensi buku untuk mengasah kemampuan kognitif peserta didik dan merasakan langsung manfaat program “Literasi” sekolah.                                                                                       Langkah terakhir untuk mengatasi permasalahan bidang pendidikan khsususnya dalam rangka pengembangan perangkat pembelajaran berupa media, kami bekerja sama dengan OSIS dan Guru Kesenian mengarahkan peserta didik membuat produk berupa Jalur Peta Sejarah .
1.3.2 Analisis Pemecahan Masalah Karakter Peserta Didik
            Pertama, peserta didik cenderung bersikap acuh pada warga masyarakat sekolah non-pendidik dan staff. Taruhlah misalnya, peserta didik cenderung bersikap acuh pada petugas kebersihan sekolah, satpam. Artinya kurangnya kesadaran pada diri mereka, bahwa karakter mulia harus diberlakukan pada semua orang tanpa terkecuali. Bukan terbatas pada pendidik atau staff sekolah saja. Alternatif pemecahan masalah dalam hal ini yaitu  penerapan Senyum, Salam, Sapa.
Kedua, peserta didik cenderung berpakaian rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak ke ruang guru. Akan tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan peserta didik yang tidak memakai sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu, ditemukan beberapa peserta didik yang makan di kantin dengan kaki diletakkan diatas kursi atau meja makan. Alternatif masalah yang akan direncanakan untuk masalah ini adalah melalui program “ K-Raisa “yaitu Kajian Rohani Islam Smasa. Selain “K-Raisa” terdapat pula program “ Keputren “ yang merupakan program penanaman sopan – santun dan akhlak baik.
            Ketiga, terdapat beberapa mata pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran nya. Tak terkecuali mata pelajaran Sejarah yang memanfaatkan internet, namun ditemukan bebarapa peserta didik yang justru membuka website diluar materi yang ditentukan.
1.3.3 Analisis Pemecahan Masalah Kesehatan
            Banyak siswa ketika upacara mundur ke belakang karena tidak kuat, dan penyakit yang paling sering mereka miliki adalah typus, pilek, panas, dan sebagainya. Alternatif pemecahan masalah ini, akan diadakannya sosialisasi ke pihak UKS Sekolah untuk penambahan perlengkapan kesehatan. Disamping itu, kelompok pendidikan sejarah akan melakukan pelatihan membuat “ Jamu tradisional “ dari bahan sekitar. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih peserta didik memahami jenis tanaman obat tradisional disamping obat generic.
1.3.4 Analisis Pemecahan Masalah Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah bersih, namun gersang. Hal ini dikarenakan kurangnya tanaman di sekitar sekolah. Sehingga setiap ruangan mebutuhkan bantuan AC / Pendingin ruangan untuk membantu udara menjadi segar. Padahal, dengan program penanaman seratus pohon dapat lebih efektif dan hemat listrik karena oksigen akan lebih banyak dengan bantuan pohon yang ditanam.           Sehingga alternatif permasalahan yang dicanangkan adalah penanaman seratus pohon di sekitar lingkungan sekolah.       Pengadaan sabun dan tissu di wastafel yang disediakan. Lingkungan sekitar sekolah seperti Jalan Madura yang letaknya berdampingan dengan sekolah adalah lingkungan pedagang akan dibersihkan.
1.3.5 Analisis Potensi Wirausaha Peserta Didik
Pemanfaatan Potensi kreasi peserta didik sebenarnya telah nampak pada diri setiap siswa, misal kemampuan dibidang softskill mereka yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk modal wirausaha.

Tidak ada komentar: