Minggu, 06 Agustus 2017

Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Posdaya (KKMT)





3.1 Pengenalan Lapangan
3.1.1    Waktu dan Tempat
3.1.2    Jadwal Pelaksanaan pengenalan lapangan di sekolah dan di masyarakat sekitar sekolah
3.1.3    Jenis kegiatan pengenalan lapangan di sekolah dan masyarakat sekitar sekolah
3.1.4 Hasil Analisis permasalahan

3.2 Pelaksanaan Program Pendidikan Karakter
3.2.1    Analisis Permasalahan karakter siswa

10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)

Berdasarkan pengalaman dari hasil observasi di sekolah SMA Negeri 1 Jember, secara umum karakter siswa SMA Negeri 1 Jember telah disiplin apabila dilihat dari segi kehadiran, tidak ada siswa yang bolos bahkan sangat sulit sekali untuk menemukan siswa yang datang terlambat, mereka rata-rata sudah datang tepat waktu. Kemudian dari segi loyalitas, siswa mampu menempatkan diri sesuai dengan kewajiban nya. Terbukti ketika pendidik cmenjelaskan di kelas tidak ada siswa  yang bermain sendiri, gaduh bersama teman, dan sebagainya. Selain itu ketika jam kosong pendidik berhalangan hadir di kelas tidak ditemukan  siswa yang ramai sendiri dan memiliki kesibukan masing-masing. Pada segi spiritual juga tidak ditemukan siswa yang gaduh sendiri ketika membaca Alqur’an di pagi hari tanpa adanya pendidik.

Masalah lain justru muncul ketika pihak sekolah telah mengakui kedisiplinan siswa dari segi diatas, mereka justru lupa untuk bersikap lebih peduli pada warga masyarakat sekolah maupun terhadap tamu yang berkunjung ke sekolah tersebut. Selain itu, lupa untuk ajeg dalam berpakaian rapi, dan terkadang salah dalam memanfaat teknologi yang digunakan dalam media pembelajaran di kelas. Diantara masalah yang telah disebutkan tadi, yang paling nampak kesehariannya adalah berupa karakter sikap seperti sikap dalam bersapa salam terhadap warga sekolah, terutama terhadap staf karyawan sekolah selain guru seperti tukang kebun, satpam ataupun terhadap tukang bersih-bersih. Jadi untuk sikap siswa dalam bersapa salam terhadap selain warga sekolah, yang sedang berkunjung masih dikatakan sangat kurang peka dan bisa dikategorikan masih bersikap cuek, kurang senyum, bahkan kurang terlalu peduli atas kehadiran warga lain yang berkunjung ke sekolah SMA Negeri 1 Jember. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai permasalahan karakter siswa dalam bersikap akan dikelompokkan sebagai berikut.

Pertama, siswa cenderung bersikap acuh pada warga masyarakat sekolah non-pendidik dan staff. Taruhlah misalnya, siswa cenderung bersikap acuh pada petugas kebersihan sekolah, satpam. Artinya kurangnya kesadaran pada diri mereka, bahwa karakter mulia harus diberlakukan pada semua orang tanpa terkecuali. Bukan terbatas pada pendidik atau staff sekolah saja.            
        
Kedua, siswa cenderung berpakaian rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak ke ruang guru. Akan tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan siswa yang tidak memakai sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu, ditemukan beberapa siswa yang makan di kantin dengan kaki diletakkan diatas kursi atau meja makan.   

Ketiga, terdapat beberapa mata pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran nya. Tak terkecuali mata pelajaran Sejarah yang memanfaatkan internet, namun ditemukan bebarapa siswa yang justru membuka website diluar materi yang ditentukan.

3.2.2    Rencana program kerja pendidikan karakter siswa
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)

3S atau singkatan dari kata Senyum, Sapa, dan Salam merupakan suatu kegiatan dalam menanamkan karakter mulia dalam diri siswa, khususnya pengenalan, penanaman dan pembiasaan dalam bersikap di kehidupan sehari-hari siswa, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun dilingkungan luar sekolah seperti lingkungan masyarakat. Dalam kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini juga mengenalkan pada siswa bahwa orang Jawa sebenarnya memiliki pranata dalam bersikap yang kita kenal dengan karakter kultur Jawa. Jadi dengan adanya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) diharap siswa sejak dini mampu bersikap lebih sopan dan lebih peduli terhadap orang lain.

Kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) akan dilaksanakan oleh guru, mahasiswa serta perwakilan siswa yang berkecimpung dalam organisasi sekolah. Sedangkan, waktu pelaksanaan Kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dilakukan setiap hari jam 06.00 pagi sebelum siswa SMA Negeri 1 Jember hadir di sekolah. Jadi yang bertugas dalam kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) harus hadir sebelum siswa datang dan sudah harus siap dipintu masuk untuk menyambut dengan senyuman, sapaan saat siswa bersalaman dengan yang bertugas.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan moral yang baik dan menanamkan pendidikan karakter kultur Jawa dalam diri siswa sejak dini. Melalui program ini siswa diharapkan dapat meningkatkan sikap sopan dan mengahargai serta peka terjadap lingkungan sekitar. Selain itu dengan adanya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), dimana saat siswa-siswa yang baru hadir di sekolah dapat memberikan rasa nyaman, senang serta semangat belajar dengan kondisi lingkungan sekolah yang ramah. Dan kegiatan ini tidak hanya berakhir di pagi hari, dalam hal ini senyum, sapa dan salam tetap berlangsung sepanjang waktu saat saling berpapasan dengan warga sekolah lainnya.

Seperti yang dikatakan diatas, rencana pelaksanaan kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini akan dilaksanakan dimulai pada minggu ke-1 sejak penerjunan sampai dengan penarikan, dimulai dengan menginfokan terlebih dahulu kepada siswa mengenai kegiatan ini dan manfaat dari kegiatan ini. Info ini disampaikan oleh masing-masing guru pengajar KKMT di kelas masing-masing yakni hanya pada kelas-kelas yang diajar oleh mahasiswa KKMT Sejarah, diantaranya yaitu kelas X-MIPA 1, X-MIPA 2, X-MIPA 3, X-MIPA 4, X-MIPA 5, X-MIPA 7, XI-MIPA 2, XI-MIPA 4, XI-MIPA 5, XI-IPS 1 dan XI-IPS 2. Meski info yang disampaikan hanya melingkupi kelas-kelas yang disebutkan tadi, tetapi kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam),  dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

3.2.3    Realisasi program kerja pendidikan karakter siswa
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)

Program kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), dilaksanakan setiap sebelum pembelajaran dimulai atau setiap hari disetiap jam 06.00 pagi sebelum siswa-siswa hadir di sekolah. Oleh karena dilaksanakan setiap hari disetiap jam 06.00 pagi, maka mahasiswa KKMT membuat jadwal piket dalam kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), berikut ini susunan jadwal piket untuk program kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) :

No
Hari
Penanggung Jawab
1
Senin
Diky Aprianto
2
Selasa
Dyah Ayu Safitri
3
Rabu
Chafi Insanuar
4
Kamis
Lilis Lidiawati
5
Jum’at
Sulaihah
6
Sabtu
Hari Wahyudi
Penanggung Jawab Proker
Sulaihah

Setiap guru atau penanggung jawab berkewajiban untuk piket 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan mengajak siswa untuk selalu membersihkan kolong meja dan area sekitar tempat duduk dari sampah dan tidak lupa untuk selalu membiasakan siswa merapikan meja dari buku-buku serta peralatan lainnyayang dapat mengganggu jalannya pembelajaran fisika di dalam kelas. Sedangkan penanggung jawab proker berkewajiban mengingatkan setiap guru untuk senantiasa melaksanakan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)  sebelum pembelajaran dimulai atau datang sebelum jam 06.00 pagi setiap hari.

Pada saat siswa memasuki pintu masuk sekolah, guru mengucapkan salam atau mengucapkan semangat pagi terlebih dahulu kepada warga sekolah atau lebih khususnya kepada peserta didik yang baru datang, hal ini bertujuan untuk membiasakan siswa atau warga sekolah untuk saling menghormati, saling menghargai, dan saling mencintai antarsesama sehingga kemudian tercipta lingkungan yang ramah dan suasana yang nyaman untuk belajar.

Ketika siswa yang baru datang disambut dengan berjabat tangan dan senyuman oleh para guru piket yang bertugas, mereka juga disapa oleh para guru piket seperti sambil ditanya kelasnya, dan kabar dirinya. Sapaan tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan siswa dengan staf sekolah ataupun antar warga sekolah. Kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dilaksanakan mulai jam 06.00 pagi sampai semua siswa masuk dikelasnya masing-masing atau sampai pintu masuk gerbang sekolah ditutup, setelah dirasa semua siswa masuk kelas maka guru piket kembali dan memulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

3.2.4    Analisis capaian hasil dan manfaat nyata
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)

Awal mula pelaksanaan kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) membutuhkan kesabaran dan ketelatenan ekstra, baik dari para guru, maupun staf karyawan dilingkungan sekolah guna menumbuhkembangkan karakter anak. Sopan santun merupakan kewajiban yang harus ditanamkan sejak dini. Karena selain harus membiasakan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dalam diri siswa, guru juga harus mampu memberikan teladan kepada siswa atau seluruh warga sekolah untuk tetap membiasakan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) agar menjadi budaya di dalam lingkungan sekolah setiap harinya.

Adapun manfaat nyata dari kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) terlihat setelah beberapa kali dibiasakan kegiatan tersebut, siswa sudah mulai terbiasa berjabat tangan, dan bersapa salam antar warga sekolah termasuk bersikap sopan dan ramah terhadap guru-guru KKMT. Terbukti beberapa kali ketika siswa-siswa ataupun warga sekolah lainnya saling berpapasan mereka selalu bersapa dan saling berjabat tangan atau bersalaman satu sama lain. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan siswa dalam bersikap sopan santun.

Dalam pelaksanaan kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini ada beberapa kendala yang ditemukan, diantaranya ialah beberapa siswa yang tidak mau ikut antrian dibelakang siswa-siswa lainnya untuk berjabat tangan atau bersalaman dengan guru piket, sehingga mereka menerobos lewat samping sehingga tidak merasa berlama-lama berdiri untuk antri atau terkadang mereka merasa terburu-buru untuk segera masuk kelas sehingga tidak sempat untuk berjabat tangan dengan guru piket. Sehingga untuk mendapatkan keterlaksanaan yang baik dari kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini dibutuhkan kesungguhan dari masing-masing guru piket untuk mengingatkan ataupun mengontrol setiap siswa agar bisa mengantri secara tertib dengan bersalaman terlebih dahulu terhadap guru piket terutama ketika ada kepala sekolah yang juga ikut piket menyambut kedatangan siswa-siswa kesekolah.

3.2.5    Rekomendasi
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)

Saran yang dapat diberikan untuk terlaksananya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) berdasarkan pengalaman selama melaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

a)   Saran untuk Guru, sebaiknya setiap guru matapelajaran membiasakan siswa untuk memiliki karakter atau gaya hidup sopan santun dan peduli terhadap sesama warga sekolah. Dengan menanamkan budaya senyum, sapa, dan pembiasaan bersalaman melalui kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) inilah, siswa dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta keakraban dengan sesama warga sekolah yang nantinya akan terbiasa dilingkungan luar sekolah.

b)     Saran Untuk Siswa, agar tidak hanya bersapa salam dengan guru-guru saja tetapi juga dengan staf karyawan sekolah lainnya bahkan terhadap sesam teman mereka agar dapat menguatkan pertemanan mereka.

c)   Saran untuk Sekolah, agar selalu memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya serta selalu mengenalkan pendidikan kultur Jawa di setiap pembelajaran serta mewajibkan semua guru-guru untuk terlibat dalam piket kegiatan  3S (Senyum, Sapa, dan Salam).


Latihan Soal Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA



1.      Kegiatan mengatur ekonomi yang diatur dalam peraturan negara untuk mencapai kekuasaan dan kesejahteraan negara dengan standar kekayaan berupa logam mulia disebut.....
a.      Sosialisme
b.      Liberalisme
c.       Kapitalisme           e. Merkantilisme
d.      Komunisme

2.      Revolusi Industri ditandai dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Revolusi Industri di Inggris juga berpengaruh terhadap Indonesia. Salah satu dampak yang dirasakan negara Indonesia dari Peristiwa Revolusi Industri pada tahun 1870 adalah....

a.      Pembuatan jalan raya Anyer-Panarukan
b.      Munculnya rasa Nasionalisme di indonesia
c.       Munculnya perkebunan-perkebunan Swasta
d.      Munculnya organisasi Modern di Indonesia
e.      Adanya penerapan sistem pajak tanah


3.      “Inggris merupakan tempat lahirnya revolusi Industri”. Berdasarkan pernyataan ini. Revolusi Industri di Inggris disebabkan faktor-faktor berikut, kecuali......

a.      Mempunyai sumber daya alam melimpah
b.      Memiliki tenaga ahli dalam perindustrian
c.       Mempunyai tanah jajahan luas
d.      Memiliki pakar ekonomi
e.      Memiliki modal besar

4.      Salah satu tahap dalam perkembangan industri adalah Domestic system (Gilda). Salah satu ciri pada tahap ini adalah....

a.      Menggunakan mesin canggih
b.      Mengerjakan proses produksi di rumah-rumah
c.       Memakai tenaga kerja yang ahli dalam jumlah banyak
d.      Menjadikan suatu lokasi tertentu sebagai lokasi industri
e.      Menjual hasil industri ditempat terpisah dari pabrik


5.      Akibat revolusi Industri bagi kehidupan manusia dalam ruang lingkup hubungan sosial di kehidupan masyarakat, yaitu....

a.      Lahan pertanian berubah menjadi daerah industri
b.      Perkotaan menjadi lingkungan kumuh
c.       Muncul golongan buruh dan majikan
d.      Muncul kota-kota Industri
e.      Penerapan kapitalisme


6.      Perhatikan pernyataan dibawah ini :
A.      Adanya kebebasan menafsirkan ajaran agama
B.      Kekalahan Eropa dalam perang salib
C.      Martin Luther dikucilkan dari kalangan Gereja
D.     Kekuasaan dan pengaruh Paus yang sangat besar
E.      Penjualan surat pengampunan dosa


Dari data di atas yang merupakan sebab terjadinya Reformasi Gereja adalah....
a.      a,b
b.      b,d
c.       c,d
d.      c,e
e.      d,e


7.      Perhatikan data berikut ini :
1.      Berusaha memiliki logam mulia sebanyak-banyaknya
2.      Melakukan kegiatan impor barang
3.      Menggalakkan kegiatan industri yang mengubah bahan baku menjadi bahan jadi untuk diekspor
4.      Menggalakkan pertambahan penduduk sebab banyak tenaga kerja diperlukan untuk industri
5.      Negara tidak mengawasi perkembangan perekonomian dan tidak ikut campur menerapkan sistem politik dumping
6.      Menggalakkan perdagangan luar negeri untuk melengkapi perdagangan dalam negeri
Bagi negara-negara yang mejalankan merkantilisme, perencanaan perekonomiannya diatur dalam nomor...

a.      1,2,3,7
b.      1,2,4,5
c.       1,3,4,7
d.      1,2,5,7
e.      1,5,6,7


 8.  Pada era Ranaissance bentuk kebebasan pemikiran melahirkan sebuah karya sastra dari para tokoh seperti Leonardo d Vinci, Roger B, Michelangelo Buonarroti. Salah satu hasil karya yang fenemonal yang misterius hingga saat ini adalah....

a.      Patung “Pieta”
b.      Lukisan Monalisa
c.       Patung dewa Zeus
d.      Lukisan Whitney
e.      Rotten Borroughs

9.    Imperialisme modern muncul setelah terjadinya revolusi industri, karena bertujuan....

a.      Mengembalikan kekayaan Negara penjajah
b.      Menimbun kekayaan berupa logam mulia
c.       Memperkuat pertahanan militer
d.      Mengembangkan perekonomian
e.      Melantunkan pembalasan terhadap Negara dan bangsa lain




Jumat, 04 Agustus 2017

LIST OF IRREGULAR VERBS



NO.
VERB 1
VERB 2
VERB 3
MEANING

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

51
52
53
54
55
56
57
58
59
60

61
62
63
64
65
66
67
68
69
70

71
72
73
74
75
76
77
78
79
80

81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91

be
become
begin
bite
blow
bring
break
build
burn
burst

buy
can
catch
choose
come
cost
creep
cut
dig
do

draw
dream
drink
drive
eat
fall
feed
feel
fight
find

fly
forbid
forget
forgive
freeze
get
give
go
grow
have

hear
hide
hit
hold
hurt
keep
know
lay
lead
learn

leave
lend
let
lie
lose
make
may
mean
meet
pay

put
read
ride
ring
rise
run
say
see
sell
send

shake
shine
shut
sing
sink
sleep
speak
spend
stand
steal

sweep
swim
take
teach
tell
think
throw
understand
wake
wear
write

was (were)
became
began
bit
blew
brought
broke
built
burnt
burst

bought
could
caught
chose
came
cost
crept
cut
dug
did

drew
dreamt
drank
drove
ate
fell
fed
felt
fought
found

flew
forbade
forgot
forgave
froze
got
gave
went
grew
had

heard
hid
hit
held
hurt
kept
knew
laid
led
leant

left
lent
let
lay
lost
made
might
meant
met
paid

put
read
rode
rang
rose
ran
said
saw
sold
sent

shook
shone
shut
sang
sank
slept
spoke
spent
stood
stole

swept
swam
took
taught
told
thought
threw
understood
woke
wore
wrote

been
become
begun
bitten
blown
brought
broken
built
burnt
burst

bought
could
caught
chosen
come
cost
crept
cut
dug
done

drawn
dreamt
drunk
driven
eaten
fallen
fed
felt
fought
found

flown
forbidden
forgotten
forgiven
frozen
got
given
gone
grown
had

heard
hidden
hit
held
hurt
kept
known
laid
led
leant

left
lent
let
lain
lost
made
might
meant
met
paid

put
read
riden
rung
risen
run
said
seen
sold
sent

shaken
shone
shut
sung
sunk
slept
spoken
spent
stood
stolen

swept
swum
taken
taught
told
thought
thrown
understood
woken
worn
written


ada
menjadi
memulai
menggigit
meniup
membawa
mematahkan
membangun
membakar
meletus

membeli
dapat, bisa
menangkap
memilih
datang
berharga
merangkak
memotong
menggali
mengerjakan

menarik
bermimpi
minum
mengemudikan
makan
jatuh
memberi makan
merasa
berkelahi
menemukan

menerbangkan
melarang
melupakan
memaafkan
membeku
memperoleh
memberi
pergi
menanam
mempunyai

mendengar
menyembunyikan
memukul
memegang
melukai
menjaga
mengenal
meletakkan
memimpin
belajar

meninggalkan
meminjamkan
membiarkan
berbaring
kehilangan
membuat
boleh
bermaksud
bertemu
membayar

menaruh
membaca
naik
membunyikan
terbit
berlari
mengatakan
melihat
menjual
mengirim

mengocok
bersinar
menutup
menyanyikan
tenggelam
tidur
berbicara
membelanjakan
berdiri
mencuri

menyapu
berenang
mengambil
mengajar
menceritakan
berfikir
melemparkan
mengerti
membangunkan
mengenakan
menulis :)