Kebanyakan Manusia melakukan sesuatu atas dasar tujuan nafsu. Bukan ketulusan cinta pada sang Maha. Contoh, melakukan sholat terkadang hati nya bertujuan supaya rezeki nya lancar atau karena kewajiban, melakukan puasa wajib atau sunah supaya ini dan itu, sholat tahajud atau duha supaya yg diinginkan lancar, baca al qur'an supaya dapat pahala yg banyak, dll. Tdk disadari bahwa apa yg dilakukan nya masih bersifat pamrih dari Tuhannya. Bahkan seandainya mencuri bukan perbuatan tercela dan dijamin pahala mungkin manusia akan berlomba-lomba dalam mencuri, kenapa? karena ada jaminan.
Tuhan memang pernah berkata "Berdoalah/mintalah padaKu, niscaya akan aku kabulkan", manusiapun berlomba-lomba berdo'a dan meminta, kebanyakan yg diminta adalah hal dunia, atau kebahagiaan di dunia dan akhirat. Padahal, jangan mengharap bahagia di akhirat kl duniamu tdk melewati ujian Tuhan. Atau bahkan merugilah manusia yg meminta dunia, bukan meminta keimanan. Apalagi pintu keimanan seiring berjalannya waktu ditutup serapat rapat nya, dan pintu dunia dibuka seluas luasnya. Terakhir "Jika duniamu adalah Surga bagimu, maka Akhirat akan menjadi Nerakamu, sebaliknya jika dunia adalah neraka/penjara bagimu, maka Akhirat insyaallah adalah Surgamu"
Tapi, sejatinya masih merugilah manusia yang mengharapkan surga, karena surga yang sesungguhnya atau kebahagiaan yang sesungguhnya, yang tiada taranya yaitu kebahagiaan Diterima, Bertemu, Berkumpul dengan sang Maha, yaitu Allah SubhanAllahta'ala, berkumpul juga dengan Kekasihnya, dan dengan para hamba-hamba Allah terpilih Nya.
Jangan mengaku cinta, jika hati masih mendua. Karena Tuhan tidak menerima cinta yang diduakan.
#1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar