Kamis, 03 Agustus 2017

Resume :

PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA


Related image


A.     PROSES KEDATANGAN BANGSA BARAT
·      Latar belakang bangsa Barat, adalah :
a)   Perang Salib (1070-1291)       b)  Keinginan mencari rempah-rempah     
c) Penjelajahan samudera
·      Faktor pendorong penjelajahan samudera oleh bangsa Barat adalah :
a)   Kemajuan IPTEK, dengan diketemukannya kompas
b)   Membuktikan Teori Copernicus yang menyatakan bahwa “bumi bulat”
c)    Semboyan bangsa Eropa yakni “ Gold, Glory, Gospel”
·      Penjelajah – penjelajah bangsa Portugis :
(Bangsa Eropa yang melakukan penjelajahan pertama kali)
1.    Bartholomeus Diaz, mendarat di ujung Afrika Selatan yang bernama “Tanjung Harapan”
2.    Vasco da Gama, mendarat di Calicut India
3.    Alfonso D’ Albuquerque, mendarat di Malaka
·      Penjelajah-penjelajah bangsa Spanyol :
1.    Christophorus Columbus, mendarat di Kepulauan Bahama dan menemukan Benua Amerika.
2.    Ferdinand Magelhaens, mendarat dikepulauan Massava / Filipina.
·      Penjelajah Inggris adalah Francis Drake, yang singgah di Ternate dalam rangka pelayaran keliling dunia.
·      Penjelajah-penjelajah bangsa Belanda :
1.    Coernelis de Houtman, mendarat di Banten              2. Jacob Van Neck, mendarat di Banten

B.      KEDATANGAN BANGSA BARAT DI INDONESIA
·   Bangsa Portugis datang lebih awal dikepulauan Maluku, kemudian bangsa Spayol juga mendiami kepulauan Maluku. Kedua negara yang berada dalam satu benua tersebut saling bersaing memperoleh rempah-rempah dengan cara menghasut dua kerajaan yang sedang bertikai. Portugis mendukung kerajaan Ternate, sedangkan Spanyol mendukung kerajaan Tidore. Untuk menyelesaikan pertikaian antara Portugis dan Spanyol di Maluku diadakan perjanjian “Saragosa” yang isinya Portugis tetap di Maluku sedangkan Spanyol di Filipina.
·  Bangsa Belanda datang pertama kali di Indonesia dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang mendarat di Banten, namun karena sikapnya yang sombong dan serakah akhirnya rombongan Cornelis de Houtman diusir dari Banten. Kemudian datang rombongan kedua dipimpin Jacob Van Neck.

C.      BERDIRINYA VOC (Oost Indische Compagnie)
·   VOC adalah kongsi dagang Belanda di Indonesia, berdiri thn 1602 dengan gubernur jenderal pertama bernama “Pieter Both”.
·      Tujuan didirikannya VOC, antara lain :
1.    Menghindari persaingan dagang antar pedagang Belanda di Indonesia.
2.    Memperkuat posisi Belanda menghadapi persaingan dengan kongsi dagang Inggris di India (EIC).
3.    Monopoli perdagangan, khususnya rempah-rempah.
·      Usaha-usaha yang dilakukan VOC untuk mencapai tujuan, antara lain:
1.    Politik Devide et Impera / politik pecah belah / politik adu domba.
2.    Memberlakukan Hak Oktroi / hak istimewa bagi VOC, yang isinya antara lain :
a)      Hak membentuk tentara dan mendirikan benteng.
b)      Hak membuat mata uang sendiri.
c)      Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai.
d)      Hak monopoli.
e)      Hak menentukan perang, damai dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja.
3.    Membuat aturan monopoli dagang yakni Pelayaran Hongi (pelayaran dengan perahu kora-kora untuk mengawasi terjadinya pelanggaran).
·      Markas besar VOC semula di Ambon, namun kemudian dipindahkan ke Banten.

D.     TERBENTUKNYA KEKUASAAN KOLONIAL DI INDONESIA
·      Pertengahan abad ke-18, VOC mengalami kemerosotan yang disebabkan antara lain :
1.    Banyak pegawai VOC yang korupsi.              
2.    Kas kosong bahkan terlibat hutang akibat biaya perang yang sangat besar.
3.    Perubahan besar dinegara Eropa akibat Revolusi Perancis.
·    Pada tanggal 31 Desember 1799, VOC secara resmi dibubarkan dan sejak saat itu Indonesia berada dibawah kekuasaan kerajaan Belanda.

E.      KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL SERTA PENGARUHNYA THD KEHIDUPAN EKONOMI RAKYAT
1)   Pemerintahan Herma Willem Daendels (1808-1811)
           ·   Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.
       ·   Kebijakan yang dilakukan Daendels adalah :
a). Merekrut orang-orang Indonesia sebagai tentara.
b). Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
c). Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
d). Membangun jalan dari Anyer hingga Panurakan secara paksa (kerja Rodi).
·       Daendels memerintah dengan kejam dan sewenang-wenang sehingga rakyat sangat menderita, oleh karena itu Daendels dipulangkan dan digantikan oleh Yansens (1811). Namun Yansens adalah seorang gubernur jenderal yang lemah dan kurang cakap, sehingga mudah dikalahkan tentara Inggris. Pada tahun itu juga Yansens menyerahkan diri pada Inggris didaerah Tuntang dan membuat perjanjian yang dikenal dengan nama “Perjanjian Tuntang”. Sejak th 1811 Indonesia berada dibawah kekuasaan pemerintah Inggris dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
2)   Pemerintahan Thomas Stamford Raffles (1811-1815)
·         Kebijakan yang dilakukan Raffles adalah :
1.      Menghapus sistem Contingenten (pajak hasil bumi) Daendels dan digantikan sistem sewa tanah (Landrent).
2.      Melarang perdagangan budak.
3.      Membagi pulau Jawa menjadi 16 keresidenan.
·       Namun sistem sewa tanah mengalami kegagalan yang disebabkan masyarakat pedesaan belum mengenal uang.
·         Jasa-jasa Raffles selama di Indonesia antara lain :
1.      Menulis buku berjudul History of Java.
2.      Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi.
3.      Merintis pendirian kebun Raya Bogor.
·      Pemerintahan Raffles tidak berlangsung lama kerena terjadi perubahan politik di Eropa yang mengharuskan Inggris mengembalikan bekas Belanda termasuk Indonesia pada pemerintah Belanda.

·    Thn 1814 diadakan perjanjian antara Inggris dan Belanda di London, yang dikenal dengan Perjanjian London / Konvensi London, yang berisikan bahwa Belanda akan menerima kembali jajahannya yang dahulu direbut Inggris. Sejak thn 1816 Indonesia berada dibawah kekuasaan pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Tidak ada komentar: