PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN
IMPERIALISME DI INDONESIA
A.
PROSES
KEDATANGAN BANGSA BARAT
·
Latar belakang bangsa Barat, adalah :
a) Perang
Salib (1070-1291) b) Keinginan mencari rempah-rempah
c) Penjelajahan samudera
·
Faktor pendorong penjelajahan samudera oleh bangsa
Barat adalah :
a) Kemajuan
IPTEK, dengan diketemukannya kompas
b) Membuktikan
Teori Copernicus yang menyatakan bahwa “bumi bulat”
c) Semboyan
bangsa Eropa yakni “ Gold, Glory, Gospel”
·
Penjelajah – penjelajah bangsa Portugis :
(Bangsa Eropa yang melakukan penjelajahan pertama kali)
1. Bartholomeus
Diaz, mendarat di ujung Afrika Selatan yang bernama “Tanjung Harapan”
2. Vasco da
Gama, mendarat di Calicut India
3. Alfonso D’
Albuquerque, mendarat di Malaka
·
Penjelajah-penjelajah bangsa Spanyol :
1. Christophorus
Columbus, mendarat di Kepulauan Bahama dan menemukan Benua Amerika.
2. Ferdinand
Magelhaens, mendarat dikepulauan Massava / Filipina.
·
Penjelajah
Inggris adalah Francis Drake, yang singgah di Ternate dalam rangka
pelayaran keliling dunia.
·
Penjelajah-penjelajah bangsa Belanda :
1. Coernelis
de Houtman, mendarat di Banten 2.
Jacob Van Neck, mendarat di Banten
B.
KEDATANGAN BANGSA
BARAT DI INDONESIA
· Bangsa Portugis datang lebih awal dikepulauan Maluku,
kemudian bangsa Spayol juga mendiami kepulauan Maluku. Kedua negara yang berada
dalam satu benua tersebut saling bersaing memperoleh rempah-rempah dengan cara
menghasut dua kerajaan yang sedang bertikai. Portugis mendukung kerajaan
Ternate, sedangkan Spanyol mendukung kerajaan Tidore. Untuk menyelesaikan
pertikaian antara Portugis dan Spanyol di Maluku diadakan perjanjian “Saragosa” yang isinya Portugis tetap di
Maluku sedangkan Spanyol di Filipina.
· Bangsa Belanda datang pertama kali di Indonesia
dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang mendarat di Banten, namun karena
sikapnya yang sombong dan serakah akhirnya rombongan Cornelis de Houtman diusir
dari Banten. Kemudian datang rombongan kedua dipimpin Jacob Van Neck.
C.
BERDIRINYA VOC
(Oost Indische Compagnie)
· VOC adalah kongsi dagang Belanda di Indonesia, berdiri
thn 1602 dengan gubernur jenderal pertama bernama “Pieter Both”.
·
Tujuan didirikannya VOC, antara lain :
1. Menghindari
persaingan dagang antar pedagang Belanda di Indonesia.
2. Memperkuat
posisi Belanda menghadapi persaingan dengan kongsi dagang Inggris di India
(EIC).
3. Monopoli
perdagangan, khususnya rempah-rempah.
·
Usaha-usaha yang dilakukan VOC untuk mencapai tujuan,
antara lain:
1. Politik Devide et Impera / politik pecah belah /
politik adu domba.
2. Memberlakukan
Hak Oktroi / hak istimewa bagi VOC, yang isinya antara lain :
a) Hak
membentuk tentara dan mendirikan benteng.
b) Hak membuat
mata uang sendiri.
c) Hak
mengangkat dan memberhentikan pegawai.
d) Hak
monopoli.
e) Hak
menentukan perang, damai dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja.
3. Membuat
aturan monopoli dagang yakni Pelayaran Hongi (pelayaran dengan perahu kora-kora
untuk mengawasi terjadinya pelanggaran).
·
Markas besar VOC semula di Ambon, namun kemudian
dipindahkan ke Banten.
D.
TERBENTUKNYA
KEKUASAAN KOLONIAL DI INDONESIA
·
Pertengahan abad ke-18, VOC mengalami kemerosotan yang
disebabkan antara lain :
1. Banyak
pegawai VOC yang korupsi.
2. Kas kosong
bahkan terlibat hutang akibat biaya perang yang sangat besar.
3. Perubahan
besar dinegara Eropa akibat Revolusi Perancis.
· Pada tanggal 31 Desember 1799, VOC secara resmi
dibubarkan dan sejak saat itu Indonesia berada dibawah kekuasaan kerajaan
Belanda.
E.
KEBIJAKAN
PEMERINTAH KOLONIAL SERTA PENGARUHNYA THD KEHIDUPAN EKONOMI RAKYAT
1)
Pemerintahan
Herma Willem Daendels (1808-1811)
· Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa
dari serangan Inggris.
· Kebijakan yang dilakukan Daendels adalah :
a).
Merekrut orang-orang Indonesia sebagai tentara.
b).
Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
c).
Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
d).
Membangun jalan dari Anyer hingga Panurakan secara paksa (kerja Rodi).
· Daendels memerintah dengan kejam dan sewenang-wenang
sehingga rakyat sangat menderita, oleh karena itu Daendels dipulangkan dan
digantikan oleh Yansens (1811). Namun Yansens adalah seorang gubernur jenderal
yang lemah dan kurang cakap, sehingga mudah dikalahkan tentara Inggris. Pada
tahun itu juga Yansens menyerahkan diri pada Inggris didaerah Tuntang dan
membuat perjanjian yang dikenal dengan nama “Perjanjian Tuntang”. Sejak
th 1811 Indonesia berada dibawah kekuasaan pemerintah Inggris dibawah pimpinan
Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
2)
Pemerintahan
Thomas Stamford Raffles (1811-1815)
·
Kebijakan yang dilakukan Raffles adalah :
1. Menghapus
sistem Contingenten (pajak hasil bumi) Daendels dan digantikan sistem sewa
tanah (Landrent).
2. Melarang
perdagangan budak.
3. Membagi
pulau Jawa menjadi 16 keresidenan.
· Namun sistem sewa tanah mengalami kegagalan yang
disebabkan masyarakat pedesaan belum mengenal uang.
·
Jasa-jasa Raffles selama di Indonesia antara lain :
1. Menulis
buku berjudul History of Java.
2. Menemukan
bunga Rafflesia Arnoldi.
3. Merintis
pendirian kebun Raya Bogor.
· Pemerintahan Raffles tidak berlangsung lama kerena
terjadi perubahan politik di Eropa yang mengharuskan Inggris mengembalikan
bekas Belanda termasuk Indonesia pada pemerintah Belanda.
· Thn 1814 diadakan perjanjian antara Inggris dan
Belanda di London, yang dikenal dengan Perjanjian London / Konvensi London,
yang berisikan bahwa Belanda akan menerima kembali jajahannya yang dahulu
direbut Inggris. Sejak thn 1816 Indonesia
berada dibawah kekuasaan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar