3.1 Pengenalan
Lapangan
3.1.1 Waktu dan
Tempat
3.1.2 Jadwal
Pelaksanaan pengenalan lapangan di sekolah dan di masyarakat sekitar sekolah
3.1.3 Jenis kegiatan
pengenalan lapangan di sekolah dan masyarakat sekitar sekolah
3.1.4 Hasil Analisis permasalahan
3.2 Pelaksanaan
Program Pendidikan Karakter
3.2.1 Analisis Permasalahan karakter siswa
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
Berdasarkan pengalaman dari hasil
observasi di sekolah SMA Negeri 1 Jember, secara umum karakter siswa SMA Negeri
1 Jember telah disiplin apabila dilihat dari segi kehadiran, tidak ada siswa
yang bolos bahkan sangat sulit sekali untuk menemukan siswa yang datang
terlambat, mereka rata-rata sudah datang tepat waktu. Kemudian dari segi loyalitas,
siswa mampu menempatkan diri sesuai dengan kewajiban nya. Terbukti ketika
pendidik cmenjelaskan di kelas tidak ada siswa
yang bermain sendiri, gaduh bersama teman, dan sebagainya. Selain itu
ketika jam kosong pendidik berhalangan hadir di kelas tidak ditemukan siswa yang ramai sendiri dan memiliki
kesibukan masing-masing. Pada segi spiritual juga tidak ditemukan siswa yang
gaduh sendiri ketika membaca Alqur’an di pagi hari tanpa adanya pendidik.
Masalah lain justru muncul ketika
pihak sekolah telah mengakui kedisiplinan siswa dari segi diatas, mereka justru
lupa untuk bersikap lebih peduli pada warga masyarakat sekolah maupun terhadap
tamu yang berkunjung ke sekolah tersebut. Selain itu, lupa untuk ajeg dalam
berpakaian rapi, dan terkadang salah dalam memanfaat teknologi yang digunakan
dalam media pembelajaran di kelas. Diantara masalah yang telah disebutkan tadi,
yang paling nampak kesehariannya adalah berupa karakter sikap seperti sikap
dalam bersapa salam terhadap warga sekolah, terutama terhadap staf karyawan
sekolah selain guru seperti tukang kebun, satpam ataupun terhadap tukang
bersih-bersih. Jadi untuk sikap siswa dalam bersapa salam terhadap selain warga
sekolah, yang sedang berkunjung masih dikatakan sangat kurang peka dan bisa
dikategorikan masih bersikap cuek, kurang senyum, bahkan kurang terlalu peduli
atas kehadiran warga lain yang berkunjung ke sekolah SMA Negeri 1 Jember. Nah,
untuk lebih jelasnya mengenai permasalahan karakter siswa dalam bersikap akan
dikelompokkan sebagai berikut.
Pertama, siswa cenderung bersikap
acuh pada warga masyarakat sekolah non-pendidik dan staff. Taruhlah misalnya, siswa
cenderung bersikap acuh pada petugas kebersihan sekolah, satpam. Artinya
kurangnya kesadaran pada diri mereka, bahwa karakter mulia harus diberlakukan
pada semua orang tanpa terkecuali. Bukan terbatas pada pendidik atau staff
sekolah saja.
Kedua, siswa cenderung berpakaian
rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak ke ruang guru. Akan
tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan siswa yang tidak memakai
sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu, ditemukan beberapa siswa yang
makan di kantin dengan kaki diletakkan diatas kursi atau meja makan.
Ketiga, terdapat beberapa
mata pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran
nya. Tak terkecuali mata pelajaran Sejarah yang memanfaatkan internet, namun
ditemukan bebarapa siswa yang justru membuka website diluar materi yang ditentukan.
3.2.2 Rencana program kerja pendidikan karakter
siswa
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
3S atau singkatan dari kata
Senyum, Sapa, dan Salam merupakan suatu kegiatan dalam menanamkan karakter
mulia dalam diri siswa, khususnya pengenalan, penanaman dan pembiasaan dalam
bersikap di kehidupan sehari-hari siswa, baik saat berada di lingkungan sekolah
maupun dilingkungan luar sekolah seperti lingkungan masyarakat. Dalam kegiatan
3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini juga mengenalkan pada siswa bahwa orang Jawa
sebenarnya memiliki pranata dalam bersikap yang kita kenal dengan karakter
kultur Jawa. Jadi dengan adanya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) diharap siswa
sejak dini mampu bersikap lebih sopan dan lebih peduli terhadap orang lain.
Kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan
Salam) akan dilaksanakan oleh guru, mahasiswa serta perwakilan siswa yang
berkecimpung dalam organisasi sekolah. Sedangkan, waktu pelaksanaan Kegiatan 3S
(Senyum, Sapa, dan Salam) dilakukan setiap hari jam 06.00 pagi sebelum siswa
SMA Negeri 1 Jember hadir di sekolah. Jadi yang bertugas dalam kegiatan 3S
(Senyum, Sapa, dan Salam) harus hadir sebelum siswa datang dan sudah harus siap
dipintu masuk untuk menyambut dengan senyuman, sapaan saat siswa bersalaman dengan
yang bertugas.
Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan moral yang baik dan menanamkan pendidikan karakter kultur Jawa dalam
diri siswa sejak dini. Melalui program ini siswa diharapkan dapat meningkatkan
sikap sopan dan mengahargai serta peka terjadap lingkungan sekitar. Selain itu
dengan adanya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), dimana saat siswa-siswa
yang baru hadir di sekolah dapat memberikan rasa nyaman, senang serta semangat
belajar dengan kondisi lingkungan sekolah yang ramah. Dan kegiatan ini tidak
hanya berakhir di pagi hari, dalam hal ini senyum, sapa dan salam tetap
berlangsung sepanjang waktu saat saling berpapasan dengan warga sekolah
lainnya.
Seperti yang dikatakan
diatas, rencana pelaksanaan kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini akan
dilaksanakan dimulai pada minggu ke-1 sejak penerjunan sampai dengan penarikan,
dimulai dengan menginfokan terlebih dahulu kepada siswa mengenai kegiatan ini
dan manfaat dari kegiatan ini. Info ini disampaikan oleh masing-masing guru
pengajar KKMT di kelas masing-masing yakni hanya pada kelas-kelas yang diajar
oleh mahasiswa KKMT Sejarah, diantaranya yaitu kelas X-MIPA 1, X-MIPA 2, X-MIPA
3, X-MIPA 4, X-MIPA 5, X-MIPA 7, XI-MIPA 2, XI-MIPA 4, XI-MIPA 5, XI-IPS 1 dan
XI-IPS 2. Meski info yang disampaikan hanya melingkupi kelas-kelas yang
disebutkan tadi, tetapi kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga
sekolah.
3.2.3 Realisasi program kerja pendidikan karakter
siswa
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
Program kegiatan 3S (Senyum, Sapa,
dan Salam), dilaksanakan setiap sebelum pembelajaran dimulai atau setiap hari
disetiap jam 06.00 pagi sebelum siswa-siswa hadir di sekolah. Oleh karena dilaksanakan
setiap hari disetiap jam 06.00 pagi, maka mahasiswa KKMT membuat jadwal piket
dalam kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam), berikut ini susunan jadwal piket
untuk program kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) :
No
|
Hari
|
Penanggung Jawab
|
1
|
Senin
|
Diky Aprianto
|
2
|
Selasa
|
Dyah Ayu Safitri
|
3
|
Rabu
|
Chafi Insanuar
|
4
|
Kamis
|
Lilis Lidiawati
|
5
|
Jum’at
|
Sulaihah
|
6
|
Sabtu
|
Hari Wahyudi
|
Penanggung Jawab Proker
|
Sulaihah
|
|
Setiap guru atau penanggung jawab
berkewajiban untuk piket 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan. Kegiatan mengajak siswa untuk selalu membersihkan kolong meja
dan area sekitar tempat duduk dari sampah dan tidak lupa untuk selalu
membiasakan siswa merapikan meja dari buku-buku serta peralatan lainnyayang
dapat mengganggu jalannya pembelajaran fisika di dalam kelas. Sedangkan
penanggung jawab proker berkewajiban mengingatkan setiap guru untuk senantiasa
melaksanakan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
sebelum pembelajaran dimulai atau datang sebelum jam 06.00 pagi setiap
hari.
Pada saat siswa memasuki pintu
masuk sekolah, guru mengucapkan salam atau mengucapkan semangat pagi terlebih
dahulu kepada warga sekolah atau lebih khususnya kepada peserta didik yang baru
datang, hal ini bertujuan untuk membiasakan siswa atau warga sekolah untuk saling menghormati, saling menghargai, dan saling
mencintai antarsesama sehingga kemudian tercipta lingkungan yang ramah dan
suasana yang nyaman untuk belajar.
Ketika siswa yang baru datang
disambut dengan berjabat tangan dan senyuman oleh para guru piket yang
bertugas, mereka juga disapa oleh para guru piket seperti sambil ditanya
kelasnya, dan kabar dirinya. Sapaan tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan
siswa dengan staf sekolah ataupun antar warga sekolah. Kegiatan 3S (Senyum,
Sapa, dan Salam) dilaksanakan mulai jam 06.00 pagi sampai semua siswa masuk
dikelasnya masing-masing atau sampai pintu masuk gerbang sekolah ditutup,
setelah dirasa semua siswa masuk kelas maka guru piket kembali dan memulai
kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
3.2.4 Analisis capaian hasil dan manfaat nyata
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
Awal mula pelaksanaan kegiatan 3S
(Senyum, Sapa, dan Salam) membutuhkan kesabaran dan ketelatenan ekstra, baik dari
para guru, maupun staf karyawan dilingkungan sekolah guna menumbuhkembangkan
karakter anak. Sopan santun merupakan kewajiban yang harus ditanamkan sejak
dini. Karena selain harus membiasakan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dalam
diri siswa, guru juga harus mampu memberikan teladan kepada siswa atau seluruh
warga sekolah untuk tetap membiasakan 3S
(Senyum, Sapa, dan Salam) agar menjadi budaya di dalam lingkungan sekolah
setiap harinya.
Adapun manfaat nyata dari kegiatan
3S (Senyum, Sapa, dan Salam) terlihat setelah beberapa kali dibiasakan kegiatan
tersebut, siswa sudah mulai terbiasa berjabat tangan, dan bersapa salam antar
warga sekolah termasuk bersikap sopan dan ramah terhadap guru-guru KKMT. Terbukti
beberapa kali ketika siswa-siswa ataupun warga sekolah lainnya saling
berpapasan mereka selalu bersapa dan saling berjabat tangan atau bersalaman
satu sama lain. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan siswa dalam bersikap
sopan santun.
Dalam pelaksanaan
kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) ini ada beberapa kendala yang ditemukan,
diantaranya ialah beberapa siswa yang tidak mau ikut antrian dibelakang siswa-siswa
lainnya untuk berjabat tangan atau bersalaman dengan guru piket, sehingga
mereka menerobos lewat samping sehingga tidak merasa berlama-lama berdiri untuk
antri atau terkadang mereka merasa terburu-buru untuk segera masuk kelas
sehingga tidak sempat untuk berjabat tangan dengan guru piket. Sehingga untuk
mendapatkan keterlaksanaan yang baik dari kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
ini dibutuhkan kesungguhan dari masing-masing guru piket untuk mengingatkan ataupun
mengontrol setiap siswa agar bisa mengantri secara tertib dengan bersalaman
terlebih dahulu terhadap guru piket terutama ketika ada kepala sekolah yang
juga ikut piket menyambut kedatangan siswa-siswa kesekolah.
3.2.5 Rekomendasi
10. 3S (Senyum, Sapa, dan Salam)
Saran yang dapat diberikan untuk
terlaksananya kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) berdasarkan pengalaman
selama melaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
a) Saran untuk Guru, sebaiknya setiap guru
matapelajaran membiasakan siswa untuk memiliki karakter atau gaya hidup sopan
santun dan peduli terhadap sesama warga sekolah. Dengan menanamkan budaya
senyum, sapa, dan pembiasaan bersalaman
melalui kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) inilah, siswa dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta keakraban dengan
sesama warga sekolah yang nantinya akan terbiasa dilingkungan luar sekolah.
b) Saran
Untuk Siswa, agar tidak hanya bersapa salam dengan guru-guru saja tetapi juga
dengan staf karyawan sekolah lainnya bahkan terhadap sesam teman mereka agar
dapat menguatkan
pertemanan mereka.
c) Saran untuk Sekolah, agar
selalu memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya serta selalu
mengenalkan pendidikan kultur Jawa di setiap pembelajaran serta mewajibkan
semua guru-guru untuk terlibat dalam piket kegiatan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar