BAB 1
PENGENALAN LAPANGAN
1.1.
Gambaran Umum
1.1.1 Gambaran Umum Fisik Sekolah dan
Lingkungannya
SMA Negeri 1 Jember berdiri tahun 1952. Gedung tua ini
menjadi saksi sejarah berdrinya sebuah lembaga pendidikan SMA Negeri pertama di
Kabupaten Jember, yang didirikan dengan semangat gotong royong oleh masyarakat
Jember. Dalam perjalanannya yang sudah lebih dari setengah abad, SMA Negeri 1
Jember selalu berada di hati masyarakat Jember karena mutu pendidikan yang baik
dan prestasi yang membangggakan.
SMA Negeri 1 Jember berlokasi Jl. Letjen Panjaitan No. 55,
Kecamatan Sumbersari, Kab. Jember, Jawa Timur. Kode pos : 68121, dengan
segudang prestasi yang diraih pada saat ini telah mampu mensejajarkan diri
dengan SMA terbaik di negeri ini dan dikembangkan oleh pemerintah menjadi
Sekolah bertaraf Internasional (SBI), SMA Negeri 1 adalah salah satunya.
SBI merupakan tonggak sejarah bagi perjalanan SMA Negeri 1
Jember. Perjalanan yang begitu panjang dan tantangan yang yang begitu berat
untuk mencapai pagu standar sekolah bertaraf internasional. Untuk mencapai
standar SBI, secara bertahap, mulai tahun 2006 semua komponen
sekolah (PBM/Kurikulum, Guru, Kepala Sekolah, Tenaga Pendukung/ Karyawan,
Manajemen, Sarana Prasarana) terus ditingkatkan mutunya.
Adapun visi dan misi dari SMA Negeri 1 Jember yakni:
Visi Sekolah
“Menjadi sekolah efektif dalam mencetak insan cerdas,bermartabat,
mandiri,berkepribadian, danberprestasi di tingkat Nasional dan Internasional.”
Indikator Visi:
1.
Beriman dan Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
2.
Jujur, mandiri, bertanggung jawab dan santun.
3.
Cinta Tanah Air Indonesia
4.
Mandiri, berkepribadian, dan berprestasi Nasional dan
Internasional
Misi
Sekolah
1.
Menerapkan Kurikulum 2013 yang bermuatan Nasional,
Lokal dan Internasional dengan berwawasan lingkungan, budaya dan IPTEK
2.
Mewujudkan lulusan yang berakhlak mulia, berkepribadian
dan mandiri dalam pecaturan tingkat nasional dan internasional
3.
Mengembangkan proses pembelajaran yang mampu
mengembangkan multiple intelegensi, daya kreasi dan inovasi peserta didik
melalui pendekatan saintifik dan budaya kreatif.
4.
Menerapkan sistem penilaian yang hasilnya dapat
dipertanggung jawabkan.
5.
Mengembangkan profesionalisme tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan.
6.
Mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif, efisien,
dan akuntabel
7.
Mewujudkan fasilitas sekolah yang berdaya dukung tinggi
terhadap pencapaian mutu sekolah.
8.
Mewujudkan pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan
mutu pendidikan, secara berkeadilan.
9.
Mewujudkan peserta didik yang berkarakter, kreatif dan
berprestasi tinggi melalui pembinaan kesiswaan dan kegiatan pengembangan
diri.
10. Mewujudkan
lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman bagi semua warga sekolah
Tujuan Umum Sekolah
Meningkatkan keunggulan potensi dan prestasi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Fasilitas
di SMA Negeri 1 Jember:
1) Perpustakaan
Perpustakaan adalah salah satu sumber belajar yang sangat
penting. SMA Negeri 1 Jember memiliki perpustakaan yang dilengkapi buku-buku
dalam bentuk cetak maupun digital. Koleksi buku di Perpustakaan SMA Negeri 1 Jember
mencapai 26.947, yang terdiri dari Buku Teks, Referensi, Fiksi, maupun Buku
Pelajaran Kurikulum 2013.
Di ruang Perpustakaan juga disediakan komputer terkoneksi
dengan jaringan internet yang dapat diguakan oleh siswa untuk mengakses katalog
buku perpustakaan maupun fasilitas lain yang disediakan oleh internet. Selain
itu perpustakaan juga menyediakan ruang Audio Visual yang dapat digunakan untuk
kegiatan siswa yang menggunakan fasilitas multimedia, seperti pembelajaran,
rapat atau yang lainnya
Pelayanan Perpustakaan SMA Negeri 1 Jember dibuka pada setiap
hari kerja Senin- Kamis pk 07.00 sd 16.00, hari Jumat pk 07.00 sd 16.00
(istirahat pk 11.00 sd 13.00) dan hari Sabtu pk 07.00 sd 15.00
Perpustakaan juga dilengkapi dengan sistem E-Library yang dapat
siswa akses melalui komputer di perpus maupun dari luar sekolah melalui
jaringan Internet. Melalui sistem ini siswa dapat melihat status peminjaman
buku, tanggungan pengembalian buku ataupun mengunduh file-file buku digital
yang disediakan. E-Library SMAN 1 Jember dapat diakses di alamat http://web.sman1jember.sch.id/elibrary.htmlatauhttp://perpus.sman1jember.sch.id/melalui
jaringan Internet.
Untuk mengakses info peminjaman pada E-Library, anggota
perpustakaan harus memasukkan ID anggota dan Password yang dapat diminta pada
petugas perpustakaan.
2) Laboratorium
Fasilitas laboratorium di SMA Negeri 1 Jember meliputi:
a)
Laboratorium Komputer
Salah
satu ciri khas pembelajaran di SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) adalah
pembelajaran berbasis ICT(Information and Communication Technology). SMA Negeri
1 Jember saat ini telah menggunakan ICT dalam pembelajaran di kelas maupun di
laboratorium.
Untuk
Lab Komputer SMA Negeri 1 Jember yang dikhususkan untuk pembelajaran bidang
study TIK telah memiliki 45 komputer dengan spesifikasi setara Pentium IV
dengan monitor LCD yang kesemuanya telah tersambung ke internet dan dilengkapi
peralatan multimedia seperti Viewer, sound system dan sebagainya. Selain untuk
pembelajaran bidang study TIK, lab
komputer digunaan untuk pelatihan bagi guru dan karyawan.
b)
Laboratorium Bahasa
Dalam
menghadapi era global saat ini maka penguasaan siswa dalam berbahasa Inggris
dituntut harus tinggi. Untuk menunjang hal tersebut SMA Negeri 1 Jember
melengkapi dengan Laboratorium bahasa yang cukup modern. Disamping pembelajaran
bahasa Inggris sesuai kurikulum Nasional, siswa diberikan tambahan pelatihan
khusus TOEFL semenjak tingkat X (Sepuluh). Kemampuan bahasa Inggris yang baik
sangat menunjang pembelajaran MIPA yang
telah distandarkan Internasional.
c)
Laboratorium IPA
Kegiatan
praktikum di SMA Negeri 1 Jember ditunjang dengan adanya Laboratorium Fisika,
Kimia, dan Biologi. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan praktikum yang
cukup lengkap dan juga fasilitas multimedia (seperangkat komputer lengkap
dengan Viewer dan Speaker Active) untuk lebih menunjang praktikum di
Laboratorium, kegiatan praktikum di Laboratorium IPA dilakukan dengan
menerapkan Moving Class pada waktu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Fisika,
Kimia dan Biologi.
3) ICT
Dalam hal ini terdiri dari:
a) Akses Wifi
SMA
Negeri 1 Jember sejak tahun pelajaran 2007-2008 semester kedua, telah
menyediakan akes internet via hotspot secara gratis, dan untuk menambah arel
jangkauan maka pada tahun ini telah ditambahkan 2 titik Hot Spot (yang awalnya
satu titik), sehingga area jangkauan hotspot dapat meliputi seluruh lingkungan
dalam di SMA Negeri 1 Jember. Dengan adanya fasilitas ini siswa, guru, dan
karyawan yang mempunyai laptop maupun gadget dengan fitur WIFI bisa menggunakan
fasilitas ini untuk mencari informasi di Internet.
Fasilitas
internet via hotspot ini bisa dinikmati setiap harinya dari pukul 07.00 sampai
dengan pukul 21.00 WIB. Semenjak diberlakukannya fasilitas hotspot ini, sudah
banyak siswa serta warga sekolah yang menggunakan fasilitas ini, biasanya
mereka menggunakan fasilitas hotspot saat jam bebas, jam istirahat, maupun saat
pulang sekolah, bahkan ada beberapa siswa yang sengaja datang pada saat libur
untuk menikmati internet gratis via hotspot sekolah.
Bagi
siswa, guru, karyawan maupun tamu SMA Negeri 1 Jember yang ingin menggunakan
fasilitas internet via hotspot sekolah ini dapat menghubungi pihak ICT untuk
melakukan setting/ pengaturan pada laptop serta gadget yang akan digunakan
berinternet ria melalui hotspot.
b) Ruang Data
SMA
Negeri 1 Jember memiliki ruang pengendali sistem ICT dan pengolahan data
sekolah, yaitu Ruang Data. Ruang Data merupakan pusat informasi dan pusat
pengolahan data di SMA Negeri 1 Jember. Ruang Data memiliki Server dengan
processor Intel Xeon 3000, sebagai pusat dari semua data yang diolah. Pada saat
ini SMA Negeri 1 Jember sedang membangun sistem database dan mengembangkan
software aplikasi untuk pengoperasian sistem ICT Base Learning dan ICT Base
Scholl Management.
4)
Gedung
Secara
fisik di sekolah tersebut terdapat beberapa gedung yang dapat mendukung
terlaksananya kegiatan belajar mengajar. Dafar gedungtersebut terdapat pada
tabel 1.1.1 berikut
|
No.
|
Kode Gedung
|
Jumlah Lantai
|
Fasilitas Gedung
|
|
1.
|
Gedung - A
|
2 Lantai
|
Ruang Kepala Sekolah
|
|
|
|
|
Ruang Guru
|
|
|
|
|
Ruang Tata Usaha
|
|
|
|
|
Ruang Rapat
|
|
|
|
|
Aula Madya
|
|
|
|
|
Ruang Osis
|
|
|
|
|
Ruang BK
|
|
2.
|
Gedung - B
|
2 Lantai
|
Aula Utama
|
|
|
|
|
Area Parkir
|
|
|
|
|
Toilet
|
|
3.
|
Gedung - C
|
2 Lantai
|
Musholah
|
|
|
|
|
Toilet & Tempat Wudhu Pria & Wanita
|
|
4.
|
Gedung - D
|
2 Lantai
|
Perpustakaan
|
|
|
|
|
RKB
|
|
5.
|
Gedung - E
|
2 Lantai
|
Lab Fisika
|
|
|
|
|
RKB
|
|
|
|
|
Ruang Seni
|
|
|
|
|
Dapur, Gedung
|
|
6.
|
Gedung - F
|
2 Lantai
|
Lab. Kimia
|
|
|
|
|
RKB
|
|
7.
|
Gedung - G
|
2 Lantai
|
Lab Teknik Informatika
|
|
|
|
|
Lab Bahasa
|
|
|
|
|
TRRC
|
|
|
|
|
RKB
|
|
8.
|
Gedung - H
|
3 Lantai
|
Hall
|
|
|
|
|
RKB
|
|
9.
|
Gedung - I
|
2 Lantai
|
Lab IPS
|
|
|
|
|
RKB
|
|
|
|
|
UKS
|
|
|
|
|
Kantin – Toko Koperasi
|
Berikut merupakan denah
bangunan SMAN 1 Jember:
Selain terdapat
berbagai bangunan, SMA Negeri 1 Jember juga memiliki sarana dan prasarana
beserta fasilitas yang ada di dalamnya. Pengelolaan sarana dan prasarana yang
ada di SMA Negeri 1 Jember ini dibagi menjadi beberapa bagian, akan tetapi
masing-masing bagian tersebut berada di bawah komando IbuAni Sulistyowati,
S.Pd,selaku wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana di SMA Negeri 1
Jember. Adapun masing-masing
Bagian sarana dan
prasarana beserta fasilitas adalah sebagai berikut.
a.
Sarana Pendidikan
1.
Posisi Lokasi :
1)
Letak : dalam Kota
2)
Transportasi Umum : Lancar
3)
Jarak lokasi dari UNEJ : 1,5 Km ke arah
utara
2.
Kondisi Lokasi :
1)
Jalan menuju lokasi : Jalan Aspal
2)
Lingkungan Lokasi : Perumahan dan
Pendidikan
3)
Sumber Polusi : Kendaraan di jalan raya
3.
Infrastruktur
1)
Kondisi jalan dan tempat parkir : Baik
2)
Pembuangan limbah : Baik, saluran
terbuka
3)
Keliling pagar halaman : tembok
b.
Prasarana Pendidikan
1.
Ruang kepala sekolah
2.
Ruang tata usaha
3.
Ruang guru
4.
Ruang kelas teori : 28 kelas
5.
Ruang osis
6.
UKS
7.
Gudang
8.
Ruang fotokopi
c.
Fasilitas
1.
LaboratoriumBahasa, Lab. Komputer, Lab.
Fisika, Lab. Kimia, Lab. Biologi, Lab. Keterampilan
2.
Koperasi sekolah
3.
Tiga bangunan aula, yaitu: Aula Pratama,
aula madya, aula RA. Djarkasi
4.
Perpustakaan
5.
Bangunan masjid
6.
Lapangan olahraga
SMA Negeri 1 Jember
mempunyai 2 jurusan yaitu Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam (MIPA) dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS). Selain dua jurusan tersebut terdapat kelas akselerasi
pada kelas X dan kelas XI.
Selain kegiatan
akademik, di SMA Negeri 1 Jember juga terdapat kegiatan non akademik yaitu
kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan
non-pelajaran formal yang dilakukan oleh peserta didik di sekolah, umumnya
kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurukuler ini ditujukan
agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai
bidang di luar bidang akademik. Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat
berbentuk kegiatan seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain
yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri. Berikut
beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang di adakan di SMA Negeri 1 Jember:
1.
Pramuka
Kegiatan yang ada di
pramuka terdiri atas kegiatan seperti pioneering, semaphore, sandimorse dan
sandi lainnya, survival, senam pramuka, PBB dan lainnya. Pramuka dilakukan
setiap hari Jumat, dibina oleh Bapak Luluk M.candra, S.Pd dan ibu Wiwik
Astutiningsih, S.Pd.
2.
Pecinta Al-Qur’an
Segala Ilmupengetahuan
tentang Islam dibahas pada forum ini, khususnya pembahasan mengenai makna
kandungan al-qur’an.Kegiatan ekstrakurikuler ini dibimbing oleh bapak Samsul
Anam, S.Ag.
3.
PMR
Palang Merah Remaja SMA
Negeri 1 Jember dilatih oleh Ibu Nur Fitriyah, S.Si. Latihan dilakukan setiap
hari selasa dan hari kamis pada pukul 13.30 di sanggar. Kegiatan tahunan yang
dilakukan PMR SMA Negeri 1 Jember adalah donor darah massal, bhakti sanggar,
bhakti sosial di taman makam pahlawan, dan kegiatan lainnya.
4.
Pencak silat
Cabang olahraga ini
dibina oleh guru olahraga SMAN 1 Jember, bapak Drs. Adi Budiyanto.Semua tahu
bahwa Pencak silat merupakan seni beladiri Asia yang berakar dari budaya
Melayu. Beladiri ini sangat mengakar dalam budaya Indonesia. Untuk membudayakan
seni ini maka SMAN 1 Jember tidak ketinggalan untuk memasukkan seni beladiri
Pencak Silat ke dalam daftar Ekstrakurikulernya. Bahkan Pencak Silat dijadikan
sebagai salah satu Ekstrakurikuler Wajib di SMAN 1 Jember.
Pencak Silat yang
diajarkan di SMAN 1 Jember adalah pencak silat dari Perguruan Merpati Putih.
Perguruan ini berasal dari Yogyakarta, dan selain mengajarkan teknik-teknik
beladiri juga mengajarkan teknik-teknik pernapasan yang sangat bermanfaat bagi
kesehatan.Sejak mulai hadirnya di SMA Negeri 1 Jember, PPS Betako Merpati Putih
telah berhasil mencetak pesilat-pesilat tangguh yang dibuktikan dengan
banyaknya atlet-atlet silat Merpati Putih SMA Negeri 1 Jember yang telah
menjuarai beberapa kelas di event-event pertandingan pencak silat.
5.
Karate
Kegiatan ekstrakuriler
karate dibina oleh Dra. Humaningtyas Keni S. Karate merupakan salah satu seni
bela diri yang cukup digemari oleh siswa maupun siswi di SMA Negeri 1 Jember.
Siswa diajarkan bela diri, seperti : memukul, menendang, menahan, kuda-kuda,
rolling dan lain-lain. Siswa diajarkan bela diri, seperti : memukul, menendang,
menahan, kuda-kuda, rolling dan lain-lain.
Dalam perjalanannya,
ekstrakurikuler Karate di SMA Negeri 1 Jember telah menyumbangkan banyak
prestasi oleh para karatekanya antara lain :
a.
Juara 1 Kejuaraan Diknas Putra 55 kumite
tahun 2004
b.
Juara 2 Kejuaraan Diknas Putra 50 kumite
tahun 2004
c.
Juara 1 Kejuaraan Diknas Putra 65 kumite
tahun 2004
d.
Juara 1 Kejuaraan Malang Open 55 kumite
Putra tahun 2005
e.
Juara 3 Kejuaraan Malang Open 50 kumite
Putra tahun 2005
f.
Juara 2 Kejuaraan Malang Open 60 Kumite
Putri tahun 2005
6.
Basket
Kegiatan basket
bertempat di lapangan basket, dibina oleh Drs. Adi Budiyanto.Basket
merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan di SMA Negeri 1 Jember. Siswa
diajarkan caralay up, pasing, shoot, pivot dan gerakan lainnya.
Disini Ekskul
Basket dikenal dengan SKETSA (Basket SMASA). Tidak seperti ekskul yang lain,
SKETSA tidak memiliki sekretariat, tapi SKETSA mempunyai lapangan yang
bersejarah, yang membuat SKETSA memiliki berbagai macam prestasi seperti :
a.
Juara 1 Bupati Cup
b.
Juara 1 Mandala Cup dan Unmuh Cup
c.
Juara RHBL
d.
Juara 1 SMADA Cup
e.
Juara 2 Sketsa Cup dan Kejayan
f.
dan lain - lain
7.
Paduan Suara
Paduan Suara atau yang
biasa disingkat dengan PADSARA merupakan salah satu ekstrakurikuler seni di
SMAN 1 Jember, dibina oleh Dra. Anita Herastuti. Kegiatan rutin dari PADSARA
adalah latihan setiap hari Sabtu saat pulang sekolah. Latihan rutin ini
biasanya dilaksanakan untuk persiapan upacara bendera hari senin. Apabila ada
acara yang akan diikuti, maka diadakan latihan tambahan.
Beberapa even yang
pernah diikuti oleh PADSARA antara lain :
- Mengisi
acara Choir Concert di Gedung Soetardjo tahun 2005
- Menyanyi
pada acara Wisuda STIPER tahun 2005 dan 2006
- Menyanyi di
acara AMPI
- Menyanyi di
acara Ultah GAPENSI
e.
Teater
Ekskul teater ini lahir pada tanggal 19
November 1994, yang kemudian diberi nama Teater Q-sa. Di usia yang menginjak 14
tahun ini sudah banyak prestasi yang dilahirkan dari teater ini. Pembina teater
ini adalah Dra. Ngatini. Dalam teater ini tidak ada yang namanya senior/
junior, karena Q-sa menerapkan rasa persaudaraan di tiap angkatan. Sehingga
antar anggota sudah seperti keluarga
Prestasi yang pernah diraih :
- Juara
penyutradaraan terbaik se-Jatim
- Juara
2 lomba monoplay se-Jatim
- Juara
2 baca puisi Pas se-eks karesidenan Besuki
- dan
lain-lain
8.
Taekwondo
Ekstrakurikuler ini
sudah lama berdiri di SMASA dan sampai saat ini masih bertahan. Walaupun
sekarang sudah mulai bermunculan berbagai bela diri lain, tapi Taekwondo SMASA
masih tetap bertahan, dibina oleh bapak Luluk M. Candra, S.Pd, selaku guru
olahraga SMAN 1 Jember.
Ekstrakurikuler ini
penuh dengan suka dan keceriaan.Ekskul ini pernah menyumbangkan medali emas
bagi SMA Negeri 1 Jember.
1.1.2
Gambaran Umum Data
Siswa dan Guru
A. Data Guru
SMA Negeri 1 Jember
merupakan salah satu sekolah menengah yang mempunyai guru-guru yang dapat
memfasilitasi siswanya untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun non
akademik. Banyaknya guru yang ada di SMA Negeri 1 Jember yaitu 52 guru dengan
37 guru PNS dan 15 guru NonPNS. Berikut daftar nama guru yang ada di SMA Negeri
1 Jember:
|
Kode
|
Nama
|
Mata Pelajaran
|
|
1
|
Drs. H. Aunur Rofiq, M.Pd.
|
Matematika
|
|
2
|
Dra. Ni Ketut Darmini
|
Bahasa Inggris
|
|
3
|
Drs. Hamim
|
Fisika
|
|
4
|
Lilik Zuroida, S.Pd
|
Matematika
|
|
5
|
Dra. Sri Sunarwati
|
Sosiologi
|
|
6
|
Dra. Nuniek Wahyuni Hastuti
|
Matematika
|
|
7
|
Dra. Eka Erwien H.
|
BK
|
|
8
|
Hj. Endang Sumarni, S.Pd
|
Matematika
|
|
9
|
Dra. Sri Hartini
|
Sosiologi
|
|
10
|
Dra. Ani Sulistyowati
|
Bahasa Indonesia
|
|
11
|
Dra.. Shinta Wirdhaningsih
|
Matematika
|
|
12
|
Dra. Tri Mulyani, M.Si.
|
Matematika
|
|
13
|
Drs. Adi Budiyanto
|
Senbud
|
|
14
|
Dra. Rena Sad Ardanari
|
Geografi
|
|
15
|
Drs. Sugeng Supriyadi
|
PPKn
|
|
16
|
Drs. I Ketut Suardinata, MP.
|
Biologi
|
|
17
|
Drs. Arif Purwanto
|
Matematika
|
|
18
|
Drs. H.M. Anshori
|
Bhs. Inggris
|
|
19
|
Rini Amalia, S.Pd.
|
Ekonomi
|
|
20
|
Dra. Humaningtyas Keni S.
|
Fisika
|
|
21
|
Suharto, S.Pd.
|
Bhs. Inggris
|
|
22
|
Suryadi, S.Pd, M.Pd.
|
Fisika
|
|
23
|
Drs. Tino Buari
|
BK
|
|
24
|
Sapti Priharjanti, S.Pd.
|
Sejarah
|
|
25
|
Dra. Anita Herastuti
|
Bhs. Indonesia
|
|
26
|
Dora Indriana, S.Pd, M.Pd.
|
Biologi
|
|
27
|
Luluk M. Chandra TS, S.Pd.
|
Penjaskes
|
|
28
|
Drs. Suhariyadi
|
Penjaskes
|
|
29
|
Lilik Hidayah, S.Pd, MP.
|
Biologi
|
|
30
|
Aniek Susi Rahayu, S.Pd.
|
Matematika
|
|
31
|
Drs. Noer Faqih
|
PAI
|
|
32
|
Tutik Istiqomah, S.Pd.
|
PPKn
|
|
33
|
Inneke Farastuti, S.Pd, M.Pd.
|
Bhs. Inggris
|
|
34
|
Wiwik Astutiningsih, S.Pd.
|
Bhs. Indonesia
|
|
35
|
Lilik Kristiani, S.Pd.
|
Fisika
|
|
36
|
Dra. Nurul Hidayati
|
PAI
|
|
37
|
Ani Sulistiyawati Ramli, S.Pd.
|
Biologi
|
|
38
|
Dwi Yuliastutik, M.Pd.
|
Kimia
|
|
39
|
Dra. Ngatini
|
Bhs. Indonesia-Bhs. Jawa
|
|
40
|
Agustina Arisanti, S.Si, M.Si.
|
Kimia
|
|
41
|
Rivone Septa Wijayanti, S.Pd, M.Si.
|
Kimia
|
|
42
|
Sigit Prasetyo, S.E.
|
PKWU
|
|
43
|
Samsul Anam, S.Ag.
|
PAI
|
|
44
|
Tia Wahyu Lestari, S.Psi.
|
BK
|
|
45
|
Margaretha Atik Suryani, S.Sn.
|
Senbud
|
|
46
|
Nur Fitriyah, S.Si.
|
PKWU-Kimia
|
|
47
|
Fajar Widyasari, S.Pd.
|
Bhs. Inggris
|
|
48
|
Sugeng Isnanto, S.Pd.
|
Sejarah
|
|
49
|
Alfianita Imansari, S.Pd.
|
Sejarah
|
|
50
|
Rohim Tusdiyah Indah, S.Pd.
|
Bhs. Indonesia
|
|
51
|
Heri Tri Sutanto, S.Pd.
|
Bhs. Inggris
|
|
52
|
Geri Barnas Saputra, S.St, M.Ap.
|
PKWU
|
B. Data Siswa
Siswa adalah komponen
masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses
pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan
pendidikan nasional. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertianmurid
berarti orang (anak yang sedang berguru, belajar, bersekolah). Sedangkan
menurut Prof. Dr. Shafique Ali Khan, pengertian siswa adalah orang yang datang
ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan.
Seorang pelajar adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan berapa pun
usianya, dari mana pun, siapa pun, dalam bentuk apa pun, dengan biaya apa pun
untuk meningkatkan intelek dan moralnya dalam rangka mengembangkan dan
membersihkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan.
SMA
Negeri 1 Jember melakukan penjaringan siswa melalui jalur prestasi akademik dan
non akademik dan tes tulis. Bagi calon siswa yang masuk melalui jalur prestasi,
siswa harus menyertakan piagam atau sertifikat juara dalam ranah akademik dan
atau non akademik. Sedangkan tes tulis dilakukanuntuk mengetahui tingkat
intelektualitas siswa. Jumlah siswa di SMA Negeri 1 Jember pada tahun ajaran
2016-2017 yaitu 965 siswa. Dengan
rincian: 324 siswa kelas X, 331 siswa kelas XI, dan 310 kelas XII.
1.1.3 Gambaran Umum Pembelajaran di Sekolah
Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan
pendidik agar dapat terjadi proses
pemerolehan ilmu dan pengetahuan , penguasaan kemahiran dan tabiat , serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada
peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu
peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang
hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran
mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi
yang berbeda. Proses pembelajaran di sekolah merupakan suatu kegiatan yang
perlu direncanakan dengan matang. Perencanaan tersebut meliputi kegiatan
belajar mengajar, pengelolaan kelas maupun hasil belajar di kelas.
Pembelajaran
adalah pemberdayaan potensi peserta didik menjadi kompetensi. Kegiatan
pemberdayaan ini tidak dapat berhasil tanpa ada orang yang membantu. Menurut
Dimyati dan Mudjiono (Syaiful Sagala, 2011: 62) pembelajaran adalah kegiatan
guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat belajar secara
aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
Pembelajaran
mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang
mempelajari suatu kemampuan dan nilai yang baru. Proses pembelajaran pada
awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa
meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakang akademisnya, latar
belakang ekonominya, dan lain sebagainya.kesiapan guru untuk mengenal
karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama penyampaian bahan
belajar dan menjadi indikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran.
Dapat
ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk
membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa
yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang
berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.
Pembelajaran
yang diberlakukan di suatu sekolah tidak terlepas dari kurikulum yang
diterapkan pada saat itu. Dari adanya pemberlakuan kurikulum baru yakni
kurikulum 2013 pada tahun 2016 di Indonesia, secara tidak langsung membuatnya
harus merubah pola pembelajaran yang sudah ada dan menyesuaikan dengan
kurikulum baru sebagai perbaikan-perbaikan dari kurikulum sebelumnya.
Pembelajaran
di SMAN Negeri 1 Jember menggunakan kurikulum 2013. Secara umum pembelajaran
yang terjadi sama dengan SMA lain yang memberlakukan kurikulum serupa.
Kurikulum2013 dikembangkan secara eklektik untuk membentuk manusia yang
intelek, kompeten, dan berbudaya. Untuk itu kurikulum 2013 disebut juga
kurikulum berbasis kompetensi dan karakter. Perubahan dalam kurikulum 2013
meliputi (a) standar kompetensi lulusan, (b) standar proses, (c) standar isi,
dan (d) standar penilaian. Kurikulum 2013 menghendaki proses pembelajaran yang
mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat,
membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan.
Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki
adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student
centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual.
SMA Negeri 1 Jember memiliki dua program dalam pembelajaran di sekolah
khusus di kelas X tersedia program 6 semester dan 4 semester sedangkan di kelas
XII terdapat program reguler dan akselerasi. Dalam program 6 semester sama saja
dengan sekolah menengah atas umum lainnya, dan untuk program 4 semester
merupakan program yang di desain khusus untuk para peserta didik yang memenuhi
kriteria atau syarat tertentu yang telah disepakati pihak sekolah. Untuk
jurusan yang ada di SMA Negeri 1 Jember yaitu Jurusan MIPA dan IPS. Kelas X
memiliki 7 kelas MIPA (program 6 semester) dan 1 kelas MIPA (program 4
semester), serta 1 kelas IPS (program 6 semester) dan 1 kelas IPS (program 4
semester). Kelas XI dengan 7 kelas MIPA dan 2 kelas IPS. Untuk Kelas XII
memiliki 7 kelas MIPA dan 2 kelas IPS.
Pada
semua program penjurusan baik MIPA dan IPS terdapat mata pelajaran sejarah,
yang membedakan hanya jika pada kelas IPS mata pelajaran Sejarah, selain
Sejarah Wajib juga diajarkan pula Sejarah Peminatan. Untuk jam pelajarannya
sendiri tentunya terdapat perbedaan pada kelas MIPA dan IPS. Jika di kelas MIPA
mata pelajaran sejarah hanya diajarkan sekali dalam seminggu (2X45 menit) dan
untuk kelas IPS mata pelajaran Sejarah diajarkan (5 X 45 menit) dalam seminggu.
Dalam
struktur kurikulum 2013 sejarah masuk dalam mata pelajaran kelompok A atau
kelompok mata pelajaran wajib. Secara keseluruhan pada kelas X, XI, dan XII
pembelajaran sejarah di sekolah SMA Negeri 1 Jember mengikuti kurikulum 2013.
Prosedur yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada di kurikulum
2013. Posisi mata pelajaran sejarah pada SMA sudah berdiri sendiri (Separated).
Proses pembelajaran
sejarah menekankan keterlibatan peserta didik dengan menggunakan berbagai
pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menarik,
kontekstual. Metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan materi
sejarah juga beragam dan disesuaikan dengan keadaan atau potensi masing-masing
kelas. Namun, dalam pembelajarannya kebanyakan pendidik menggunakan metode yang
membuat peserta didik dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Jadi
dapat terjadi satu rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu kelas karena
perbedaan metode pembelajaran yang digunakan.
Pelaksanaan
pembelajaran di SMAN 1 Jember khususnya pada mata pelajaran sejarah
dilaksanakan dengan aktif, peserta didik melakukan diskusi dengan mencari
informasi dari berbagai sumber. Pendidik mengawasi jalannya diskusi dan
mengarahkan peserta didik serta memberikan tanggapan tambahan materi yang
dibutuhkan. Selebihnya peranan peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah
lebih besar. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang mengharapkan
peserta didik lebih aktif dan dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Untuk
proses pembelajarannya, mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
telah dirancang sebelumnya beserta evaluasi yang telah disusun pendidik untuk
mengukur hasil/pencapaian peserta didik setelah melalui proses pembelajaran.
Dan di sela-sela proses pembelajaran juga diselipi dengan nilai-nilai karakter
sesuai dengan isi kurikulum 2013 tentang pengembangan karakter bangsa.
1.2 Analisis Masalah
Setiap
lembaga pendidikan pasti memiliki masalah yang timbul dari warga lembaga
tersebut. Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan di SMA Negeri 1 Jember
selama beberapa hari kami menemukan beberapa masalah yang meliputi beberapa
bidang seperti bidang pendidikan, bidang lingkungan dan ekonomi/kewirausahaan.
1.2.1 Bidang Pendidikan
Pada dasarnya
kurikulum 2013 telah dicanangkan di berbagai sekolah di Indonesia, namun belum
sepenuhnya dapat dilaksanakan sesuai
dengan yan diharapkan. SMA Negeri 1 Jember termasuk dalam salah satu sekolah
rujukan di Jawa Timur. Sementara di Kabupaten Jember, SMA Negeri 1 Jember
merupakan satu – satunya sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013
terbaru. Hal ini didasarkan pada Permendikbud 20-23 tahun 2016. Peserta Didik
yang duduk di kelas X telah dipecah dalam kelompok bidang studi penjurusan.
Bidang Penjurusan IPA dan IPS telah terbagi dalam kelompok kelas MIPA dan IPS.
Pada
mata Pelajaran Sosial, yaitu bidang
Sejarah ditemukan permasalahan yang perlu dibenahi. Khususnya bagi Peserta
Didik yang kurang menyenangi bidang pelajaran ini. Hal ini dikarenakan mata
Pelajaran Sejarah memiliki karakteristik objek masa lampau. Peserta Didik sulit
untuk memaknai pembelajaran Sejarah yang objek kajian nya tidak bisa mereka
lihat langsung. Taruhlah misalnya peristiwa sejarah yang terjadi pada kurun
waktu 50 tahun yang lalu atau lebih.
Sesuai dengan kurikulum 2013,
pembelajaran Sejarah seharusnya lebih menekankan pada aspek Kontekstual.
Sehingga peristiwa disekitar peserta didik dapat menjadi jembatan pertama
menuju proses pemaknaan ceritera Sejarah. Namun dalam pada ini, pembelajaran
Sejarah pada kelas X, dan XI khususnya lebih menekankan pada Modul, Buku Paket,
dan Materi Sejarah Nasional saja. Sehingga pemahaman anak didik terhadap materi
disekitar dirasa kurang maksimal. Sehingga dibutuhkan penyempurnaan penyusupan
materi Sejarah kontekstual di lingkungan terdekat peserta didik.
1.2.2
Bidang Karakter Peserta Didik
Secara
umum, karakter peserta didik di SMA Negeri 1 Jember telah disiplin apabila
dilihat dari segi kehadiran, tidak ada peserta didik yang bolos. Kemudian dari
segi loyalitas, peserta didik mampu menempatkan diri sesuai dengan kewajiban
nya. Terbukti ketika pendidik cmenjelaskan di kelas tidak ada peserta
didik yang bermain sendiri, gaduh
bersama teman, dan sebagainya. Selain itu ketika jam kosong pendidik
berhalangan hadir di kelas tidak ditemukan
peserta didik yang ramai sendiri dan memiliki kesibukan masing-masing.
Pada segi spiritual juga tidak ditemukan peserta didik yang gaduh sendiri
ketika membaca Alqur’an di pagi hari tanpa adanya pendidik.
Masalah
lain justru muncul ketika pihak sekolah telah mengakui kedisiplinan peserta
didik dari segi diatas, mereka justru lupa untuk bersikap lebih peduli pada
warga masyarakat sekolah yang membantu, lupa untuk ajeg dalam berpakaian rapi,
dan terkadang salah dalam memanfaat teknologi yang digunakan dalam media
pembelajaran di kelas.
Pertama,
peserta didik cenderung bersikap acuh pada warga masyarakat sekolah
non-pendidik dan staff. Taruhlah misalnya, peserta didik cenderung bersikap
acuh pada petugas kebersihan sekolah, satpam. Artinya kurangnya kesadaran pada
diri mereka, bahwa karakter mulia harus diberlakukan pada semua orang tanpa
terkecuali. Bukan terbatas pada pendidik atau staff sekolah saja. Kedua, peserta didik
cenderung berpakaian rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak
ke ruang guru. Akan tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan peserta
didik yang tidak memakai sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu,
ditemukan beberapa peserta didik yang makan di kantin dengan kaki diletakkan
diatas kursi atau meja makan.
Ketiga,
terdapat beberapa mata pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam
proses pembelajaran nya. Tak terkecuali mata pelajaran Sejarah yang
memanfaatkan internet, namun ditemukan bebarapa peserta didik yang justru
membuka website diluar materi yang
ditentukan.
1.2.3
Bidang Kesehatan
Banyak
siswa ketika upacara mundur ke belakang karena tidak kuat, dan penyakit yang
paling sering mereka miliki adaah typus, pilek, panas, dan sebagainya.
1.2.4 Bidang Lingkungan Sekolah
Lingkungan
sekolah bersih, namun gersang. Hal ini dikarenakan kurangnya tanaman di sekitar
sekolah. Sehingga setiap ruangan mebutuhkan bantuan AC / Pendingin ruangan untuk membantu udara menjadi segar. Padahal,
dengan program penanaman seratus pohon dapat lebih efektif dan hemat listrik
karena oksigen akan lebih banyak dengan bantuan pohon yang ditanam. Disamping
itu kantin dan toilet terlihat kurang bersih oleh karena tidak disediakannya
sabun dan tissu di wastafel yang disediakan. Lingkungan sekitar sekolah seperti
Jalan Madura yang letaknya berdampingan dengan sekolah adalah lingkungan
pedagang. Kecenderungan pedagang kaki lima yang berjualan disekitar sekolah
tidak memiliki kesadaran lingkungan bersih. Danpaknya dirasakan oleh warga
sekolah SMA Negeri 1 Jember. Setiap hari peserta didik dan orang yang melintasi
bagian depan sekolah mencium aroma tidak sedap yang didapat dari sisa – sisa
makanan dan minuman yang dibuang sembarangan. Hal ini menyebabkan kondisi
lingkungan yang tidak sehat.
1.2.5 Bidang Potensi Wirausaha Peserta
Didik
Sampai
saat ini belum ada orangtua peserta didik yang menitipkan barang di koperasi
siswa sebagai salah satu bentuk kegiatan berwirausaha. Kecenderungan peserta
didik di SMA 1 Jember yang cenderung
pada kompetensi akademik saja. Fokus pada bidang wirausaha siswa masih kurang
menjadi perhatian khusus. Potensi kreasi peserta didik sebenarnya telah nampak
pada diri setiap siswa, misal kemampuan dibidang softskill mereka yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk modal
wirausaha.
1.3 Alternatif Solusi
1.3.1 Alternatif Pemecahan Masalah Belajar dan Pembelajaran
Seperti
yang telah dicanangkan pada kurikulum 2013, pembelajaran Sejarah seharusnya
lebih menekankan pada aspek Kontekstual. Sehingga peristiwa disekitar peserta
didik dapat menjadi jembatan pertama menuju proses pemaknaan ceritera Sejarah.
Namun dalam pada ini, pem belajaran Sejarah pada kelas X, dan XI khususnya
lebih menekankan pada Modul, Buku Paket, dan Materi Sejarah Nasional saja.
Sehingga pemahaman anak didik terhadap materi disekitar dirasa kurang maksimal.
Sehingga dibutuhkan penyempurnaan penyusupan materi Sejarah kontekstual di
lingkungan terdekat peserta didik. Alternatif
pemecahan masalah untuk menekankan aspek
kontekstual pembelajaran Sejarah yaitu dengan mengenalkan peristiwa
Sejarah yang terjadi di sekitar Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki
situs – situs dipelajari bersejarah berupa situs kuno, palagan, dan tugu
sebagai bukti peristiwa Sejarah di Jember. Sejarah Lokal tidak dipelajari dalam
buku Paket, Modul dan Sejarah Nasional. Maka hal tersebut dapat disampaikan
melalui sosialisasi berupa pemutaran video situs prasejarah di Jember, Palagan
dan Tugu di Jember, yang berkaitan dengan peristiwa Sejarah Nasional yang
relevan dengan Kompetensi Dasar di silabus. Selain
itu, untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik terhadap mata pelajaran
Sejarah akan diadakan “ FGD ( Focus Group Discussion ) Historica “. FGD
Historica akan dilaksanakan secara ajeg untuk membentuk kelompok belajar khusus
membahas suatu peristiwa Sejarah yang dikupas bersama kelompok KKMT-Posdaya
kelompok Sejarah bersama peserta didik SMA 1 Jember.
Solusi
lain untuk mengatasi permasalahan pendidikan juga akan dilakukan dengan
pembenahan program “Literasi” sekolah.
Mahasiswa Kelompok Prodi Pendidikan Sejarah akan membantu program “Literasi”
sekolah untuk membuat program Bedah Buku. Goal
dari kegiatan ini, akan diadakan lomba resensi buku untuk mengasah kemampuan
kognitif peserta didik dan merasakan langsung manfaat program “Literasi”
sekolah. Langkah
terakhir untuk mengatasi permasalahan bidang pendidikan khsususnya dalam rangka
pengembangan perangkat pembelajaran berupa media, kami bekerja sama dengan OSIS
dan Guru Kesenian mengarahkan peserta didik membuat produk berupa Jalur Peta
Sejarah .
1.3.2 Analisis Pemecahan Masalah
Karakter Peserta Didik
Pertama, peserta
didik cenderung bersikap acuh pada warga masyarakat sekolah non-pendidik dan
staff. Taruhlah misalnya, peserta didik cenderung bersikap acuh pada petugas
kebersihan sekolah, satpam. Artinya kurangnya kesadaran pada diri mereka, bahwa
karakter mulia harus diberlakukan pada semua orang tanpa terkecuali. Bukan
terbatas pada pendidik atau staff sekolah saja. Alternatif pemecahan masalah
dalam hal ini yaitu penerapan Senyum,
Salam, Sapa.
Kedua, peserta didik
cenderung berpakaian rapi hanya saat upacara bendera, atau saat mereka hendak
ke ruang guru. Akan tetapi, saat di dalam kelas tidak jarang ditemukan peserta
didik yang tidak memakai sepatu dengan alasan tidak jelas. Di samping itu,
ditemukan beberapa peserta didik yang makan di kantin dengan kaki diletakkan
diatas kursi atau meja makan. Alternatif masalah yang akan direncanakan untuk
masalah ini adalah melalui program “ K-Raisa “yaitu Kajian Rohani Islam Smasa.
Selain “K-Raisa” terdapat pula program “ Keputren “ yang merupakan program
penanaman sopan – santun dan akhlak baik.
Ketiga, terdapat beberapa mata
pelajaran yang selalu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran nya. Tak
terkecuali mata pelajaran Sejarah yang memanfaatkan internet, namun ditemukan
bebarapa peserta didik yang justru membuka website
diluar materi yang ditentukan.
1.3.3
Analisis Pemecahan
Masalah Kesehatan
Banyak
siswa ketika upacara mundur ke belakang karena tidak kuat, dan penyakit yang
paling sering mereka miliki adalah typus, pilek, panas, dan sebagainya.
Alternatif pemecahan masalah ini, akan diadakannya sosialisasi ke pihak UKS
Sekolah untuk penambahan perlengkapan kesehatan. Disamping itu, kelompok
pendidikan sejarah akan melakukan pelatihan membuat “ Jamu tradisional “ dari
bahan sekitar. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih peserta didik memahami
jenis tanaman obat tradisional disamping obat generic.
1.3.4
Analisis Pemecahan
Masalah Lingkungan Sekolah
Lingkungan
sekolah bersih, namun gersang. Hal ini dikarenakan kurangnya tanaman di sekitar
sekolah. Sehingga setiap ruangan mebutuhkan bantuan AC / Pendingin ruangan untuk membantu udara menjadi segar. Padahal,
dengan program penanaman seratus pohon dapat lebih efektif dan hemat listrik
karena oksigen akan lebih banyak dengan bantuan pohon yang ditanam. Sehingga alternatif permasalahan yang
dicanangkan adalah penanaman seratus pohon di sekitar lingkungan sekolah. Pengadaan sabun dan tissu di wastafel
yang disediakan. Lingkungan sekitar sekolah seperti Jalan Madura yang letaknya
berdampingan dengan sekolah adalah lingkungan pedagang akan dibersihkan.
1.3.5 Analisis Potensi Wirausaha Peserta
Didik
Pemanfaatan Potensi kreasi peserta didik
sebenarnya telah nampak pada diri setiap siswa, misal kemampuan dibidang softskill mereka yang seharusnya bisa
dimanfaatkan untuk modal wirausaha.